Tim Fisika Raih Medali Emas dalam World Invention Competition and Exhibition 2021

Prestasi kembali diraih Tim Mahasiswa Jurusan Fisika UNNES. Tim Mahasiswa Jurusan Fisika yang beranggotakan Mei Suhantoro (Fisika), Nisfha Mu Fatihah (Fisika), dan Budiandra Yusuf Mahendra (Teknik Elektro) meraih medali emas dengan kategori Applied Physics and Engineering pada World Invention Competition and Exhibition 2021 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), dan berlangsung di SEGi University and Colleges Malaysia. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada tanggal 27-30 September 2021.

Dibawah bimbingan Dr. Ian Yulianti, M. Eng. penelitian yang diangkat oleh tim Mei Suhantoro mengambil judul “Renal Tubular Acidosis Detector with IoT Based Polyester/Polyvinylidene Fluoride Buried Waveguide”.

Mei Suhantoro menjelaskan bahwa dia ingin berusaha memaksimalkan waktu kuliah untuk terus berprestasi dan teruntuk mahasiswa Jurusan Fisika sendiri, ia berpesan untuk fokus pada bidang yang disukai, pantang menyerah, dan terus berusaha.

Mahasiswa Jurusan Fisika Raih Prestasi dalam Ajang Musabaqoh Tilawah Quran Mahasiswa

Tak hanya dibidang sains, prestasi pun diraih mahasiswa Jurusan Fisika. Pada gelaran MTQM AMLI Nasional (Musabaqoh Tilawah Quran Mahasiswa Asosiasi MIPA LPTK Indonesia) yang berlangsung secara daring pada 7-9 Oktober 2021 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang mahasiswa Jurusan Fisika UNNES berhasil menorehkan prestasi, diantaranya :

  1. Annisa Dwi Zaharani (Pend Fisika) dan Natifatul Latifah (Fisika) meraih Juara 3 kategori Syarhil Quran
  2. Ngesti Rahayu (Pend Fisika) meraih Juara 3 kategori Hifdzil Qur’an 10 Juz Putri
  3. Dani Firmansyah Kurniawan (Pend Fisika) meraih Juara Harapan 1 Kategori Fahmil.

Dalam kesempatan wawancara bersama tim web jurusan Fisika Unnes Annisa Dwi Zaharani menyampaikan bahwa memiliki motivasi untuk diri sendiri yaitu agar tetap semangat dan berusaha semaksimal mungkin agar membuahkan hasil maksimal pula, karena sudah diamanahkan sebagai delegasi FMIPA UNNES. dan teruntuk mahasiswa Jurusan Fisika Annisa pun berpesan untuk semangat dan terus gali potensi diri agar bisa berkontribusi serta membanggakan almamater.

Mei Suhantoro dkk Kembali Raih Gold Medal, Kali Ini Pada Event 1Idea 1World Online Competition Turkey 2021

Prestasi seakan sudah menjadi kewajiban bagi Mahasiswa Jurusan Fisika UNNES ditahun 2021 ini. 1Idea 1World Online Competition Turkey 2021 yang diadakan oleh Turkish Inventor Association (TUMMIAD),  Mahasiswa Jurusan Fisika Mei Suhantoro bersama anggota tim yang lain Nishfa Mufatihah (Fisika), Choirozyad Muhammad Hafidz (Teknik Elektro), Dian Restu Nugroho (Teknik Mesin), Ibnu Sina (Seni Rupa) meraih Medali Emas.

Event 1Idea 1World Online Competition Turkey 2021 diadakan oleh TUMMIAD didukung oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Kegiatan dilaksanakan secara daring. Tahap awal, peserta diminta untuk mengirimkan Poster, Abstrak, dan File presentasi kepada panitia. Selanjutnya, pemaparan dan direct judging melalui zoom meeting dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2021. Upacara pemberian penghargaan dilakukan pada 07 Maret 2021.

Dibawah bimbingan Dr. Ian Yulianti, S. Si., M. Eng. Penelitian yang diangkat oleh Mei dkk mengambil judul “Diabetes sensor system using optical waveguide based on waste polyesthtlene terephthalate (PET)”. Penelitian ini merupakan hasil pengembangan dari penelitian sebelumnya yang mendapatkan medali emas pula pada Khayyam International Invention and Innovation Festival 2021.  

Dalam Event 1Idea 1World Online Competition Turkey 2021 kali ini Mei dkk melakukan pembaruan pada semua sensor parameter diabetesnya berbasis Optical Waveguide. Waveguide sendiri memanfaatkan limbah polimer. Sehingga penelitian ini menghasilkan sistem deteksi diabetes berbasis sensor waveguide.

Mei merasa bersyukur atas prestasi yang telah diraih. Hal ini menjadi motivasi baginya selain menambah pengalaman dan prestasi selagi masih ada kesempatan. Kepada mahasiswa Jurusan Fisika sendiri, ia berpesan untuk tidak takut mencoba karena hasil akan senantiasa membayar usaha kita.

Seminar Nasional Mahasiswa Fisika UNNES ke 7 Tahun 2020

Pada Sabtu (26/12/2020) Jurusan Fisika UNNES kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Mahasiswa Fisika (SNMF) ke 7 secara daring. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Dr. Sugianto, M. Si. Hadir pula pada kegiatan tersebut secara daring Ketua Jurusan Fisika Dr. Suharto Linuwih, M.Si., Kaprodi Dr. Mahardika Prasetya A., M.Si., dan Penanggung Jawab kegiatan Dr. Agus Yulianto, M.Si.

SNMF kali ini diikuti oleh 81 peserta pemakalah dan 130 peserta non pemakalah yang berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti UNJ, UNESA, UGM, UNS, UNTIRTA, UNSOED, UNP dan lain-lain.

Seminar Nasional ini mengambil tema ” Menumbuhkan Nalar Kritis Generasi Milenial Melalui Karya Tulis dan Publikasi Ilmiah”. Tujuan dilaksanakannya Seminar Nasional Mahasiswa Fisika (SNMF) ke-7 Tahun 2020 ini adalah:

  1. Memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berbagi karya ilmiah dan mengenalkan disiplin ilmu fisika melalui publikasi karya ilmiah yang diharapkan mampu menumbuhkan nalar kritis generasi milenial tentang budaya meneliti bagi mahasiswa.
  2. Memberikan pemahaman untuk peserta mengenai pemanfaatan sumber daya lokal yang ada untuk digunakan sebagai bahan penelitian di bidang Fisika.
  3. Memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Scientific Communication

Pembicara utama pada Plenary Session adalah:

Ezza Syuhada, Ph.DUniversiti Teknologi Malaysia
Purwaditya Nugraha, S.Si, M.TInstitut Teknologi Sumatera
Dr. Firmanul Catur, M.PdUniversitas Negeri Jakarta

Ezza Syuhada, Ph.D. menyampaikan materi tentang “Structural and optical properties of Er3+ doped tellurite glass with copper oxide nanoparticles embedment”. Materi tersebut merupakan artikel penelitian yang telah dilakukan bersama dengan tim. Selain menyampaikan materi tersebut Ezza Syuhada, Ph.D. juga menyampaikan langkah-langkah yang perlu diterapkan dalam penelitian antara lain:

  1. Mereview ilmu yang berkembang
  2. Melakukan investigasi situasi atau masalah
  3. Menyiapkan rancangan solusi dari masalah tersebut
  4. Mengeksplorasi dan menganalisis isu umum
  5. Mengembangkan metode atau sistem baru
  6. Menghasilkan pengetahuan baru

Purwaditya Nugraha, S.Si, M.T yang merupakan alumni Prodi Fisika UNNES menyampaikan materi “Aplikasi Metode Inversi Geofisika”. Pada kesempatan tersebut Purwaditya N., M.T. juga menyampaikan penelitian di masa pandemi tetap dapat dilakukan dengan pendekatan komputasional.

Sebaiknya kita tidak bergantung pada aplikasi yang berbayar, namun diusahakan kita dapat membuat aplikasi kita sendiri tentunya dengan mengoptimalkan sumber belajar yang kita dapatkan.

Sementara itu Dr. Firmanul Catur, M.Pd. yang merupakan alumni Prodi Pendidikan Fisika menyampaikan stimulan agar mahasiswa dapat senantiasa kreatif diantaranya :

  1. Yakinkan jika anda dapat kreatif
  2. Ekspresikan kreatifitas anda dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari
  3. Lakukan sesuatu yang tidak biasa
  4. Baca buku, dan lihat lingkungan sebagai inspirasi
  5. Tuliskan segera ide yang muncul
  6. Percaya jika anda dapat melakukannya

Mei Suhantoro dkk raih penghargaan Gold Medal pada Khayyam International Invention and Innovation Festival

Tradisi prestasi kembali dilanjutkan oleh mahasiswa Jurusan Fisika. Pada gelaran event Khayyam International Invention and Innovation Festival dua mahasiswa Jurusan Fisika Mei Suhantoro dan Muhammad Rasyid Ridla bersama anggota tim yang lain Alda Aqdam Zulfikar (Matematika), Choirozyad M. Hafidz (Teknik elektro), dan Dian Restu Nugroho (Teknik mesin) berhasil memperoleh penghargaan Medali Emas.

Event Khayyam International Invention and Innovation Festival sendiri diselenggarakan ANIA ASSOCIATION (Iran), dan didukung oleh World Invention Intelectual Property Association (WIIPA), Turkish Inventor Association (TUMMIAD), Romanian Inventors Forum (FIR), dan Indonesian Young Sciences Association (IYSA). Pada gelaran ini pendaftaran peserta dari Indonesia dikoordinir oleh IYSA. Peserta yang berasal dari Indonesia terdiri dari 20 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Pelaksanaan kegiatan sendiri dilakukan secara daring. Pada tahap awal peserta diminta mengirimkan poster dan video presentasi. Kemudian pada selasa (15/12/2020) peserta mempresentasikan secara langsung melalui zoom meeting dihadapan 3 juri yang terdiri dari Dr Catayoun Sepehri, Dr Ali Khosravi, dan Prof. A Ebrahimi (Iran).

Dibawah bimbingan Dr. Ian Yulianti, M. Eng. penelitian yang diangkat oleh Mei Suhantoro dkk mengambil judul “Fabrication and Characterization of Optical Waveguide-Based Diabetes Sensor System for Early Detection of Diabetes Mellitus”. Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan selama kurang lebih 9 bulan di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. proses bimbingan dilakukan hampir setiap hari selama 2 bulan terakhir via daring.

Mei Suhantoro merasa bersyukur atas prestasi yang telah diraih. Hal ini menjadi motivasi baginya dan akan melanjutkan penelitiannya untuk event-event selanjutnya. Menurutnya instrument yang dikembangkan akan dilanjutkan untuk Internet of Things (IoT) dan dipatenkan. Untuk mahasiswa Jurusan Fisika sendiri ia berpesan untuk jangan takut mencoba mengikuti event baik skala nasional maupun internasional, serta apapun bidangnya jika benar-banar ditekuni kita pasti akan mendapatkan hasil yang baik pungkasnya.