Seminar Nasional Mahasiswa Fisika UNNES ke 7 Tahun 2020

Pada Sabtu (26/12/2020) Jurusan Fisika UNNES kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Mahasiswa Fisika (SNMF) ke 7 secara daring. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Dr. Sugianto, M. Si. Hadir pula pada kegiatan tersebut secara daring Ketua Jurusan Fisika Dr. Suharto Linuwih, M.Si., Kaprodi Dr. Mahardika Prasetya A., M.Si., dan Penanggung Jawab kegiatan Dr. Agus Yulianto, M.Si.

SNMF kali ini diikuti oleh 81 peserta pemakalah dan 130 peserta non pemakalah yang berasal dari berbagai perguruan tinggi seperti UNJ, UNESA, UGM, UNS, UNTIRTA, UNSOED, UNP dan lain-lain.

Seminar Nasional ini mengambil tema ” Menumbuhkan Nalar Kritis Generasi Milenial Melalui Karya Tulis dan Publikasi Ilmiah”. Tujuan dilaksanakannya Seminar Nasional Mahasiswa Fisika (SNMF) ke-7 Tahun 2020 ini adalah:

  1. Memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berbagi karya ilmiah dan mengenalkan disiplin ilmu fisika melalui publikasi karya ilmiah yang diharapkan mampu menumbuhkan nalar kritis generasi milenial tentang budaya meneliti bagi mahasiswa.
  2. Memberikan pemahaman untuk peserta mengenai pemanfaatan sumber daya lokal yang ada untuk digunakan sebagai bahan penelitian di bidang Fisika.
  3. Memenuhi tugas akhir Mata Kuliah Scientific Communication

Pembicara utama pada Plenary Session adalah:

Ezza Syuhada, Ph.DUniversiti Teknologi Malaysia
Purwaditya Nugraha, S.Si, M.TInstitut Teknologi Sumatera
Dr. Firmanul Catur, M.PdUniversitas Negeri Jakarta

Ezza Syuhada, Ph.D. menyampaikan materi tentang “Structural and optical properties of Er3+ doped tellurite glass with copper oxide nanoparticles embedment”. Materi tersebut merupakan artikel penelitian yang telah dilakukan bersama dengan tim. Selain menyampaikan materi tersebut Ezza Syuhada, Ph.D. juga menyampaikan langkah-langkah yang perlu diterapkan dalam penelitian antara lain:

  1. Mereview ilmu yang berkembang
  2. Melakukan investigasi situasi atau masalah
  3. Menyiapkan rancangan solusi dari masalah tersebut
  4. Mengeksplorasi dan menganalisis isu umum
  5. Mengembangkan metode atau sistem baru
  6. Menghasilkan pengetahuan baru

Purwaditya Nugraha, S.Si, M.T yang merupakan alumni Prodi Fisika UNNES menyampaikan materi “Aplikasi Metode Inversi Geofisika”. Pada kesempatan tersebut Purwaditya N., M.T. juga menyampaikan penelitian di masa pandemi tetap dapat dilakukan dengan pendekatan komputasional.

Sebaiknya kita tidak bergantung pada aplikasi yang berbayar, namun diusahakan kita dapat membuat aplikasi kita sendiri tentunya dengan mengoptimalkan sumber belajar yang kita dapatkan.

Sementara itu Dr. Firmanul Catur, M.Pd. yang merupakan alumni Prodi Pendidikan Fisika menyampaikan stimulan agar mahasiswa dapat senantiasa kreatif diantaranya :

  1. Yakinkan jika anda dapat kreatif
  2. Ekspresikan kreatifitas anda dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari
  3. Lakukan sesuatu yang tidak biasa
  4. Baca buku, dan lihat lingkungan sebagai inspirasi
  5. Tuliskan segera ide yang muncul
  6. Percaya jika anda dapat melakukannya

Mei Suhantoro dkk raih penghargaan Gold Medal pada Khayyam International Invention and Innovation Festival

Tradisi prestasi kembali dilanjutkan oleh mahasiswa Jurusan Fisika. Pada gelaran event Khayyam International Invention and Innovation Festival dua mahasiswa Jurusan Fisika Mei Suhantoro dan Muhammad Rasyid Ridla bersama anggota tim yang lain Alda Aqdam Zulfikar (Matematika), Choirozyad M. Hafidz (Teknik elektro), dan Dian Restu Nugroho (Teknik mesin) berhasil memperoleh penghargaan Medali Emas.

Event Khayyam International Invention and Innovation Festival sendiri diselenggarakan ANIA ASSOCIATION (Iran), dan didukung oleh World Invention Intelectual Property Association (WIIPA), Turkish Inventor Association (TUMMIAD), Romanian Inventors Forum (FIR), dan Indonesian Young Sciences Association (IYSA). Pada gelaran ini pendaftaran peserta dari Indonesia dikoordinir oleh IYSA. Peserta yang berasal dari Indonesia terdiri dari 20 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Pelaksanaan kegiatan sendiri dilakukan secara daring. Pada tahap awal peserta diminta mengirimkan poster dan video presentasi. Kemudian pada selasa (15/12/2020) peserta mempresentasikan secara langsung melalui zoom meeting dihadapan 3 juri yang terdiri dari Dr Catayoun Sepehri, Dr Ali Khosravi, dan Prof. A Ebrahimi (Iran).

Dibawah bimbingan Dr. Ian Yulianti, M. Eng. penelitian yang diangkat oleh Mei Suhantoro dkk mengambil judul “Fabrication and Characterization of Optical Waveguide-Based Diabetes Sensor System for Early Detection of Diabetes Mellitus”. Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan selama kurang lebih 9 bulan di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. proses bimbingan dilakukan hampir setiap hari selama 2 bulan terakhir via daring.

Mei Suhantoro merasa bersyukur atas prestasi yang telah diraih. Hal ini menjadi motivasi baginya dan akan melanjutkan penelitiannya untuk event-event selanjutnya. Menurutnya instrument yang dikembangkan akan dilanjutkan untuk Internet of Things (IoT) dan dipatenkan. Untuk mahasiswa Jurusan Fisika sendiri ia berpesan untuk jangan takut mencoba mengikuti event baik skala nasional maupun internasional, serta apapun bidangnya jika benar-banar ditekuni kita pasti akan mendapatkan hasil yang baik pungkasnya.