Inovasi Jurusan Fisika UNNES Jadi Top Visit Produk di Pameran Virtual Ritech Expo 2021

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Pameran Riset, Inovasi, dan Teknologi, yaitu “Riset, Inovasi, dan Teknologi Expo (RITECH EXPO) 2021” dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Teknologi Nasional Ke-26. Pameran RITECH EXPO 2021 diselenggarakan dalam bentuk Virtual Exhibition pada tanggal 10 – 13 November 2021 (Pameran Interaktif) dan 14 November – 13 Desember 2021 (Pameran Statis) melalui alamat website ritechexpo.id.

Ritech Expo 2021 hadir dengan berbagai rangkaian acara, diantaranya Virtual Exhibition, Demo Sains, Webinar dan Klinik Konsultasi. Terdapat empat kategori Peserta Pameran dengan beragam produk inovasi unggulan dan produk inovasi lainnya yang dapat dikunjungi, diantaranya Perguruan Tinggi, Lembaga Litbangjirap Pemerintah, Industri, Start Up dan Mitra Internasional.

CV Leaf Technology dengan produk utama Radiografi Digital (RADIG) yang merupakan karya inovasi Prof Dr Susilo MS dari Jurusan Fisika Fakultas Matamatika dan IPA Universitas Negeri Semarang turut serta dalam Pameran Virtual Ritech Expo 2021 ini. CV Leaf Technology yang berdiri sejak tahun 2019 merupakan binaan BRIN lewat program Start Up Inovasi Indonesia melalui Inkubator Unit Bisnis LP2M Unversitas Negeri Semarang yang dikelola oleh Rudi Setiawan selaku tenant. Dalam Pameran Virtual Ritech Expo 2021 ini CV Leaf Technology dengan produk utama Radiografi Digital (RADIG) terpilih sebagai Top Visit Produk Inovasi di ritechexpo.id.

RADIG merupakan hasil modifikasi sistem radiografi konvensional menjadi sistem radiografi digital dimana hasil eksposi citra konvensional berupa film atau analog menjadi hasil eksposi citra digital berupa file digital dengan proses pendigitalan menggunakan DSLR.

Menurut Prof Susilo, seiring perkembangan zaman, Radiografi Konvensianal (RK) dirasa kurang efektif dalam operasionalnya karena beberapa hal yaitu pasien perlu menunggu beberapa saat untuk pencetakan film radiograf, memerlukan ruang kedap cahaya untuk pemrosesan film, dan dibutuhkan bahan kimia dalam pembuatan film radiograf yang menghasilkan limbah kimia atau limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Untuk itu, Prof Susilo menambahkan RADIG diharapkan mampu menjembatani sistem radiografi konvensional menjadi sistem radiografi digital di rumah sakit yang masih menggunakan radiografi konvensional.

Kembangkan Brand Masita Dimsum, Verent Mutiara Putri berhasil menjadi Juara 1 Lomba Wirausaha Muda Syariah 2021

Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswi Jurusan Fisika UNNES. Kali ini berasal dari bidang kewirausahaan yang dikembangkan oleh mahasiswa. Verent Mutiara Putri, Mahasiswi Jurusan Fisika UNNES angkatan 2017 berhasil menjadi Juara 1 Pada Lomba Wirausaha Muda Syariah 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kanwil Solo. Lomba ini sendiri digelar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi wirausaha muda berbasis syariah yang memiliki produk unik dan inspiratif serta mampu memberikan manfaat kepada lingkungan di sekitar tempat usahanya.

Verent menyampaikan bahwa Brand Dimsum Masita yang ia kembangkan dilatar belakangi oleh kecintaan kaum milenial dengan makanan dimsum yang berasal dari Tionghoa. Namun, Dimsum dikenal terbuat dari daging babi, sehingga tidak dapat diterima oleh masyarakat muslim di Indonesia. Akhirnya muncul ide untuk membuat produk Dimsum yang bersertifikasi halal dan dibuat dengan bahan yang bisa diterima oleh masyarakat Indonesia khususnya muslim dengan harga yang terjangkau.

Brand Dimsum Masita dikembangkan oleh Verent sejak akhir 2018. Saat ini Dimsum Masita telah memiliki 64 mitra baik suplier, reseller, maupun franchise dan telah mampu menjual lebih dari 35 ribu pack atau sekitar 700.000 dimsum. Saat ini Verent telah memiliki 9 karyawan yang berasal dari masyarakat tempat tinggalnya. Verent mengaku tertarik mengembangkan bisnis food and beverage (FnB) adalah karena hobi nya dalam memasak makanan. Dalam belajar berbisnis Verent tidak memiliki mentor khusus karena semua otodidak, belajar melalui orang- orang dengan mencari teman dengan frekuensi yang sama dan sering mengikuti seminar, workshop , dan cara membangun bisnis juga melalui proses belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.

Prestasi lain yang pernah diraihnya antara lain masuk 6  finalis terbaik Wirausaha Muda Syariah di event FESYAR JAWA 2020. Selain itu verent juga aktif berbagi ilmu dengan menjadi pembicara pada beberapa webinar baik yang diselenggarakan mahasiswa maupun skala nasional.

Muda waktunya kerja keras bukan waktunya istirahat , Keep going keep trying and be your self

Verent Mutiara Putri, 2021

Verent menyampaikan dalam berbisnis niatkan untuk membantu sesama dan bisa menebarkan manfaat untuk orang lain , pasti semua kegiatan walaupun seberat  apapun pasti bisa teratasi dengan baik dan capeknya mendapatkan keberkahan.

Tim Fisika Raih Medali Emas dalam World Invention Competition and Exhibition 2021

Prestasi kembali diraih Tim Mahasiswa Jurusan Fisika UNNES. Tim Mahasiswa Jurusan Fisika yang beranggotakan Mei Suhantoro (Fisika), Nisfha Mu Fatihah (Fisika), dan Budiandra Yusuf Mahendra (Teknik Elektro) meraih medali emas dengan kategori Applied Physics and Engineering pada World Invention Competition and Exhibition 2021 yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA), dan berlangsung di SEGi University and Colleges Malaysia. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring pada tanggal 27-30 September 2021.

Dibawah bimbingan Dr. Ian Yulianti, M. Eng. penelitian yang diangkat oleh tim Mei Suhantoro mengambil judul “Renal Tubular Acidosis Detector with IoT Based Polyester/Polyvinylidene Fluoride Buried Waveguide”.

Mei Suhantoro menjelaskan bahwa dia ingin berusaha memaksimalkan waktu kuliah untuk terus berprestasi dan teruntuk mahasiswa Jurusan Fisika sendiri, ia berpesan untuk fokus pada bidang yang disukai, pantang menyerah, dan terus berusaha.

Peran Ibu Dalam Mendukung Gerakan Literasi Sekolah oleh Prof. Dr. Ani Rusilowati, M. Pd.

Selasa, 25 Mei 2021 dalam acara Lintas Semarang Siang yang diadakan oleh RRI Semarang programa 1 menghadirkan Prof. Dr. Ani Rusilowati, M. Pd. (dosen Jurusan Fisika UNNES) selaku narasumber.

Prof. Ani menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Literasi Sekolah yaitu 15 menit membaca buku non mata pelajaran. Dalam masa pandemi covid 19 ini peran orang tua memegang peranan penting guna menemani membaca buku non pelajaran baik dongeng, kisah fiktif, sejarah atau cerita karakter yang anak suka. Dengan seperti ini diharapkan minat baca anak dapat tumbuh dan anak tidak merasa membaca adalah sebuah paksaan tapi menjadi keinginan diri anak tersebut.

Prof. Ani menyampaikan kegemaran membaca akan mengasah kognitif anak, keterampilan berfikir analitik, berfikir kreatif dan kritis. Ibu memegang peran yang sangat penting dalam gerakan literasi sejak dini dengan menceritakan atau membacakan sebuah cerita dan melihat tanggapan anak terhadap cerita tersebut, kemudian ibu dapat mengarahkan tanggapan tersebut.

Dalam era modern ini membaca bukan hanya dari buku cetak tetapi dapat dilakukan berbasis internet namun orang tua perlu menyaring bahan bacaan yang sesuai untuk anak, dan bukan bacaan hoax.

Prof. Ani berpesan untuk ibu-ibu muda untuk tidak terlalu lama dengan gawai (smartphone) nya, tapi mulailah berikan perhatian lebih dalam tumbuh kembang anak.

Mei Suhantoro dkk raih penghargaan Gold Medal pada Khayyam International Invention and Innovation Festival

Tradisi prestasi kembali dilanjutkan oleh mahasiswa Jurusan Fisika. Pada gelaran event Khayyam International Invention and Innovation Festival dua mahasiswa Jurusan Fisika Mei Suhantoro dan Muhammad Rasyid Ridla bersama anggota tim yang lain Alda Aqdam Zulfikar (Matematika), Choirozyad M. Hafidz (Teknik elektro), dan Dian Restu Nugroho (Teknik mesin) berhasil memperoleh penghargaan Medali Emas.

Event Khayyam International Invention and Innovation Festival sendiri diselenggarakan ANIA ASSOCIATION (Iran), dan didukung oleh World Invention Intelectual Property Association (WIIPA), Turkish Inventor Association (TUMMIAD), Romanian Inventors Forum (FIR), dan Indonesian Young Sciences Association (IYSA). Pada gelaran ini pendaftaran peserta dari Indonesia dikoordinir oleh IYSA. Peserta yang berasal dari Indonesia terdiri dari 20 tim dari berbagai perguruan tinggi.

Pelaksanaan kegiatan sendiri dilakukan secara daring. Pada tahap awal peserta diminta mengirimkan poster dan video presentasi. Kemudian pada selasa (15/12/2020) peserta mempresentasikan secara langsung melalui zoom meeting dihadapan 3 juri yang terdiri dari Dr Catayoun Sepehri, Dr Ali Khosravi, dan Prof. A Ebrahimi (Iran).

Dibawah bimbingan Dr. Ian Yulianti, M. Eng. penelitian yang diangkat oleh Mei Suhantoro dkk mengambil judul “Fabrication and Characterization of Optical Waveguide-Based Diabetes Sensor System for Early Detection of Diabetes Mellitus”. Penelitian ini sebenarnya telah dilakukan selama kurang lebih 9 bulan di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang. proses bimbingan dilakukan hampir setiap hari selama 2 bulan terakhir via daring.

Mei Suhantoro merasa bersyukur atas prestasi yang telah diraih. Hal ini menjadi motivasi baginya dan akan melanjutkan penelitiannya untuk event-event selanjutnya. Menurutnya instrument yang dikembangkan akan dilanjutkan untuk Internet of Things (IoT) dan dipatenkan. Untuk mahasiswa Jurusan Fisika sendiri ia berpesan untuk jangan takut mencoba mengikuti event baik skala nasional maupun internasional, serta apapun bidangnya jika benar-banar ditekuni kita pasti akan mendapatkan hasil yang baik pungkasnya.

SELAMAT!! Jurusan Fisika UNNES tambah Doktor Baru

Pada Senin 10 Desember 2020, Dra. Langlang Handayani M.App.Sc telah menyelesaikan Ujian Terbuka / Promosi Doktor dengan disertasinya yang berjudul: “Keterampilan Berpikir Analogi Peserta Didik Berbasis Kebudayaan” secara daring.

Langlang Handayani berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka / Promosi Doktor yang diketuai oleh Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum., sekertaris Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum., dan Tim Penguji yang terdiri dari:

  1. Prof. Dr. Widha Sunarno, M.Pd.
  2. Dr. Woro Sumarni, M.Si.
  3. Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si.
  4. Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si.
  5. Prof. Dr. Tjetjep Rohendi Rohidi M.A.
  6. Prof. Dr. Wiyanto, M.Si

Disertasi yang diangkat oleh Langlang Handayani mengkaji tentang keterampilan berpikir analogi peserta didik berbasis kebudayaan. Dalam disertasi tersebut peneliti memilih basis kebudayaan Banyumasan dalam analogi keterampilan berpikir peserta didik sekolah dasar dalam konsep sains. Pola penalaran deduktif disarankan dapat diperoleh peserta didik dari manusia, bahan, pesan, lingkungan dan format presentasi verbal serta hubungan analogis fungsional. Hal menarik dari kebudayaan Banyumas yang cablaka dan egaliter memiliki peran sistem sebagai pedoman dalam bersikap serta bertindak untuk memenuhi kebutuhan analogkan materi target.

Dengan bertambahnya doktor di Jurusan Fisika ini diharapkan semakin memperkuat terwujudnya visi dan misi Universitas Negeri Semarang.

Dr. Agus Yulianto, M.Si. Terpilih Sebagai Calon Anggota Senat Fakultas Perwakilan Jurusan Fisika Periode 2020-2024

Dr. Agus Yulianto, M.Si. Terpilih sebagai Calon Anggota Senat Fakultas Perwakilan Jurusan Fisika periode 2020-2024

Pemilihan calon anggota senat fakultas perwakilan dari jurusan fisika telah dilaksanakan melalui zoom meeting yang dihadiri sebanyak 27 dosen Jurusan Fisika.
Adapun yang bersedia mencalonkan diri sebagai perwakilan Jurusan Fisika adalah Dr. Agus Yulianto, M.Si dan Drs. Ngurah Made Darma Putra, M. Si., Ph.D. yang akan diusulkan sebagai anggota senat fakultas perwakilan dari Jurusan Fisika.
Dalam pertemuan ini, dilaksanakan pemilihan melalui sistem e-voting dan menghasilkan hasil voting sebagai berikut :

Dr. Agus Yulianto, M.Si.20 Suara
Drs. Ngurah Made Darma Putra, M. Si., Ph.D.3 Suara
Tidak Memilih (abstain) 4 Suara

Berdasarkan hasil tersebut ditetapkan bahwa Jurusan Fisika mengusulkan Dr. Agus Yulianto, M.Si. sebagai anggota senat Fakultas FMIPA Unnes periode 2020-2024

Marathur Rodhiyah raih predikat wisudawan terbaik FMIPA pada Wisuda Ke-102 Universitas Negeri Semarang Tahun 2020 secara Daring

Pada Selasa (16/06/2020) Universitas Negeri Semarang melaksanakan wisuda Ke-102 Tahun 2020 secara daring untuk yang pertama kali. Hal ini dilakukan atas adanya kebijakan dari Kemendikbud, Kemenkes, dan Edaran Walikota Semarang untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan sekaligus berharap kontribusi wisudawan UNNES dalam mengaplikasikan keahliannya secara profesional.

Sebanyak 627 wisudawan mengikuti acara tersebut yang terdiri atas 9 orang Doktor, 57 orang Magister, 558 orang Sarjana, dan 3 orang Diploma. Lulusan Terbaik diraih oleh Jerizal Petrus Program studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling S3 (PPS) dengan IPK 3,94, Fandilla Susanti Prodi Ilmu Hukum S2 (PPS) IPK 3,97.

Wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil diraih oleh Marathur Rodhiyah dari Jurusan Fisika angkatan 2016. Mara berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan 11 hari dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,8. Mahasiswa asal Banjarejo Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan tersebut sejak awal selalu mendapat Indeks Prestasi yang membanggakan yaitu lebih dari 3,5 tiap semester.

Saat kuliah dia memiliki kebiasaan setiap sebelum perkuliahan dimulai selalu membaca materi terlebih dahulu. Jika masih ada yang tidak dipahami langsung ditanyakan dikelas. Semasa kuliah Mara juga tercatat sebagai salah satu Asisten laboratorium Fisika Dasar pada 2018/2019. Selain itu dia juga merupakan salah satu penerima Beasiswa IBOA (Infaq Beasiswa Orangtua Asuh) dari Rumah Amal LAZIS UNNES.

Jelang Akhir Ramadan, Unnes Physics Webinar #3 Kaji Rukyat dan Hisab

Menjelang berakhirnya bulan ramadan 1441 H, Jurusan Fisika Unnes kembali menyelenggarakan Unnes Physics Webinar Series #3. Webinar kali ini mengangkat tema Rukyat dan Hisab dalam Kajian Astronomi terkini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (20/5/2020) ini diikuti oleh 192 pendaftar dengan jumlah 108 peserta berhasil online sampai akhir. Peserta yang berhasil online berasal dari berbagai daerah seperti, Aceh, Lampung, Bima, Madura, Makassar, Nusa tenggara Timur, dll. Hadir pula secara online dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Fisika UPI Bandung Dr. Taufik R. Ramalis, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya dekan mengapresiasi pelaksanaan webinar series yang diselenggarakan oleh Jurusan Fisika. Selain itu Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadikan peserta lebih memahami mengenai rukyat dan hisab. Sehingga sebagai akademisi kita dapat menambah keyakinan untuk mengawali dan mengakhiri bulan-bulan ubudiah seperti bulan ramadan.

Pembicara pertama adalah Dr. Judistira Aria Utama, M.Si yang merupakan Dosen Astronomi Departemen Fisika-UPI Bandung. Dalam paparannya Dr. Aria mengangkat tema Kebersamaan dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan 1441 H di Indonesia menurut Tinjaun Model Visibiltas Kastner. Problematika ru’yat adalah masalah visibilitas. Metode Kastner yang dikembangkan pada 1976 dipilih karena metode ini sederhana dan hasil prediksinya yang cukup tepat. Kasus yang diangkat oleh Pembicara adalah Kasus Hilal pada Ramadan 1441H. Pada penentuan awal ramadan Tim Rukyat Condrodipo Gresik mengklaim bahwa dapat melihat hilal selama 5 menit setelah matahari terbenam. Sementara berdasarkan prediksi visibilitas model global yang dikembangkan oleh Odeh dan Shaukat menyatakan bahwa daerah di Indonesia tidak memungkinkan untuk dapat melihat hilal. Dr. Aria kemudian dengan metode Kastner ini mampu memverifikasi klaim keberhasilan mengamati Hilal penentu awal ramadan 1441 H. Dengan demikian secara perhitungan ilmiah hasil pengamatan Tim Rukyat Condrodipo Gresik dapat dibuktikan. Lebih lanjut Dr. Aria menyampaikan prediksi model Kastner ini sangat terbuka untuk dibuktikan untuk menentukan awal Syawal 1441H

Pada paparan  selanjutnya, pembicara kedua, Dr. Masturi yang merupakan pemerhati astronomi Jurusan Fisika Unnes sekaligus pendiri Unnes Astronomical Community (UAC) menyampaikan bahwa penentuan awal bulan (new month) merupakan hal yang sangat penting untuk bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Hanya saja, di Indonesia penentuan awal bulan ini memang harus diatur oleh pemegang otoritas. Penentuan awal bulan versi hisab dan rukyat (imkanurrukyat) harusnya diarahkan menuju ke suatu kriteria moderat yang dapat disepakati demi menuju kebersamaan dalam konteks Indonesia. Dengan algoritma yang sangat presisi, selama ini para ilmuwan dan para astronom sudah sangat mampu untuk menentukan posisi Bulan, termasuk jatuhnya Bulan baru (new Moon), namun dalam penentuan awal bulan sudah semestinya ada peran dan keputusan pemilik otoritas (semisal Kementrian Agama) dalam memutuskan hal tersebut. Beberapa hal yang memungkinkan untuk menuju ke penyatuan hisab dan rukyat adalah mengeksplorasi makna rukyat dengan membandingkan beberapa kosakata rukyat yang ada dalam  Al-Quran bahwa rukyat tidak semata-mata melihat dengan mata langsung tetapi memungkinkan melihat dengan pendekatan lain yang ilmiah. Hal ini mestinya menjadi pekerjaan para mujtahid hukum-hukum Islam untuk menindaklanjuti ini.

Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat). Setelah semua pertanyaan peserta dijawab oleh kedua narasumber, acara ditutup dan diakhiri sekitar pukul 11:35.

Angkat Tema Publikasi Ilmiah, Unnes Physics Webinar Series #2 Sukses digelar

Jurusan Fisika Unnes Kembali menggelar Web Seminar (Webinar) kedua dalam rangkaian Unnes Physics Webinar Series. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2020) ini diikuti oleh 151 pendaftar dengan jumlah yang berhasil online mencapai 132 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah Publikasi Ilmiah dan pengelolaan terbitan ilmiah yang berkualitas. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Prof. Dr. Sutikno, M.T. dan Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. Kegiatan yang dibuka Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. berlangsung sejak pukul 09.00 – 11.35 WIB.

Dalam sambutannya Dekan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Webinar kali ini. Dekan berharap dengan kegiatan ini dapat semakin menambah publikasi hasil penelitian serta dapat meningkatkan status akreditasi jurnal yang dikelola di lingkungan FMIPA Unnes. Turut hadir secara daring pula Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt.

Prof. Dr. Sutikno M.T. pada kesempatan pertama menyampaikan materi tentang Tata Kelola Penerbitan Jurnal. Selain membahas tentang teknis pengelolaan jurnal, pemateri juga menyampaikan tentang pentingnya substansi riset yang dikembangkan harus memiliki nilai kebaruan (novelty). Standard penulisan dan pengolahan data dengan software yang sesuai juga merupakan hal yang perlu dikuasai oleh penulis.

Pemateri kedua, Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. menyampaikan tentang Strategi Penulisan Artikel Ilmiah. Dalam paparannya, pemateri mengingatkan akan banyaknya predatory journal yang berkembang sehingga perlu kehati-hatian dalam memilih jurnal tempat publikasi. Dr. Bintoro menyampaikan tiga hal pokok yaitu mengenal klasifikasi jurnal internasional, strategi mempublikasikan artikel ilmiah, serta teknis mendaftarkan artikel ke jurnal internasional.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Ellianawati, M.Si. ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peserta webinar sangat antusias terbukti dengan munculnya beberapa pertanyaan kepada pemateri baik secara langsung maupun melalui fasilitas chat yang terdapat pada aplikasi.