Marathur Rodhiyah raih predikat wisudawan terbaik FMIPA pada Wisuda Ke-102 Universitas Negeri Semarang Tahun 2020 secara Daring

Pada Selasa (16/06/2020) Universitas Negeri Semarang melaksanakan wisuda Ke-102 Tahun 2020 secara daring untuk yang pertama kali. Hal ini dilakukan atas adanya kebijakan dari Kemendikbud, Kemenkes, dan Edaran Walikota Semarang untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan sekaligus berharap kontribusi wisudawan UNNES dalam mengaplikasikan keahliannya secara profesional.

Sebanyak 627 wisudawan mengikuti acara tersebut yang terdiri atas 9 orang Doktor, 57 orang Magister, 558 orang Sarjana, dan 3 orang Diploma. Lulusan Terbaik diraih oleh Jerizal Petrus Program studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling S3 (PPS) dengan IPK 3,94, Fandilla Susanti Prodi Ilmu Hukum S2 (PPS) IPK 3,97.

Wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil diraih oleh Marathur Rodhiyah dari Jurusan Fisika angkatan 2016. Mara berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan 11 hari dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,8. Mahasiswa asal Banjarejo Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan tersebut sejak awal selalu mendapat Indeks Prestasi yang membanggakan yaitu lebih dari 3,5 tiap semester.

Saat kuliah dia memiliki kebiasaan setiap sebelum perkuliahan dimulai selalu membaca materi terlebih dahulu. Jika masih ada yang tidak dipahami langsung ditanyakan dikelas. Semasa kuliah Mara juga tercatat sebagai salah satu Asisten laboratorium Fisika Dasar pada 2018/2019. Selain itu dia juga merupakan salah satu penerima Beasiswa IBOA (Infaq Beasiswa Orangtua Asuh) dari Rumah Amal LAZIS UNNES.

Jelang Akhir Ramadan, Unnes Physics Webinar #3 Kaji Rukyat dan Hisab

Menjelang berakhirnya bulan ramadan 1441 H, Jurusan Fisika Unnes kembali menyelenggarakan Unnes Physics Webinar Series #3. Webinar kali ini mengangkat tema Rukyat dan Hisab dalam Kajian Astronomi terkini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (20/5/2020) ini diikuti oleh 192 pendaftar dengan jumlah 108 peserta berhasil online sampai akhir. Peserta yang berhasil online berasal dari berbagai daerah seperti, Aceh, Lampung, Bima, Madura, Makassar, Nusa tenggara Timur, dll. Hadir pula secara online dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Fisika UPI Bandung Dr. Taufik R. Ramalis, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya dekan mengapresiasi pelaksanaan webinar series yang diselenggarakan oleh Jurusan Fisika. Selain itu Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadikan peserta lebih memahami mengenai rukyat dan hisab. Sehingga sebagai akademisi kita dapat menambah keyakinan untuk mengawali dan mengakhiri bulan-bulan ubudiah seperti bulan ramadan.

Pembicara pertama adalah Dr. Judistira Aria Utama, M.Si yang merupakan Dosen Astronomi Departemen Fisika-UPI Bandung. Dalam paparannya Dr. Aria mengangkat tema Kebersamaan dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan 1441 H di Indonesia menurut Tinjaun Model Visibiltas Kastner. Problematika ru’yat adalah masalah visibilitas. Metode Kastner yang dikembangkan pada 1976 dipilih karena metode ini sederhana dan hasil prediksinya yang cukup tepat. Kasus yang diangkat oleh Pembicara adalah Kasus Hilal pada Ramadan 1441H. Pada penentuan awal ramadan Tim Rukyat Condrodipo Gresik mengklaim bahwa dapat melihat hilal selama 5 menit setelah matahari terbenam. Sementara berdasarkan prediksi visibilitas model global yang dikembangkan oleh Odeh dan Shaukat menyatakan bahwa daerah di Indonesia tidak memungkinkan untuk dapat melihat hilal. Dr. Aria kemudian dengan metode Kastner ini mampu memverifikasi klaim keberhasilan mengamati Hilal penentu awal ramadan 1441 H. Dengan demikian secara perhitungan ilmiah hasil pengamatan Tim Rukyat Condrodipo Gresik dapat dibuktikan. Lebih lanjut Dr. Aria menyampaikan prediksi model Kastner ini sangat terbuka untuk dibuktikan untuk menentukan awal Syawal 1441H

Pada paparan  selanjutnya, pembicara kedua, Dr. Masturi yang merupakan pemerhati astronomi Jurusan Fisika Unnes sekaligus pendiri Unnes Astronomical Community (UAC) menyampaikan bahwa penentuan awal bulan (new month) merupakan hal yang sangat penting untuk bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Hanya saja, di Indonesia penentuan awal bulan ini memang harus diatur oleh pemegang otoritas. Penentuan awal bulan versi hisab dan rukyat (imkanurrukyat) harusnya diarahkan menuju ke suatu kriteria moderat yang dapat disepakati demi menuju kebersamaan dalam konteks Indonesia. Dengan algoritma yang sangat presisi, selama ini para ilmuwan dan para astronom sudah sangat mampu untuk menentukan posisi Bulan, termasuk jatuhnya Bulan baru (new Moon), namun dalam penentuan awal bulan sudah semestinya ada peran dan keputusan pemilik otoritas (semisal Kementrian Agama) dalam memutuskan hal tersebut. Beberapa hal yang memungkinkan untuk menuju ke penyatuan hisab dan rukyat adalah mengeksplorasi makna rukyat dengan membandingkan beberapa kosakata rukyat yang ada dalam  Al-Quran bahwa rukyat tidak semata-mata melihat dengan mata langsung tetapi memungkinkan melihat dengan pendekatan lain yang ilmiah. Hal ini mestinya menjadi pekerjaan para mujtahid hukum-hukum Islam untuk menindaklanjuti ini.

Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat). Setelah semua pertanyaan peserta dijawab oleh kedua narasumber, acara ditutup dan diakhiri sekitar pukul 11:35.

Angkat Tema Publikasi Ilmiah, Unnes Physics Webinar Series #2 Sukses digelar

Jurusan Fisika Unnes Kembali menggelar Web Seminar (Webinar) kedua dalam rangkaian Unnes Physics Webinar Series. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2020) ini diikuti oleh 151 pendaftar dengan jumlah yang berhasil online mencapai 132 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah Publikasi Ilmiah dan pengelolaan terbitan ilmiah yang berkualitas. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Prof. Dr. Sutikno, M.T. dan Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. Kegiatan yang dibuka Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. berlangsung sejak pukul 09.00 – 11.35 WIB.

Dalam sambutannya Dekan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Webinar kali ini. Dekan berharap dengan kegiatan ini dapat semakin menambah publikasi hasil penelitian serta dapat meningkatkan status akreditasi jurnal yang dikelola di lingkungan FMIPA Unnes. Turut hadir secara daring pula Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt.

Prof. Dr. Sutikno M.T. pada kesempatan pertama menyampaikan materi tentang Tata Kelola Penerbitan Jurnal. Selain membahas tentang teknis pengelolaan jurnal, pemateri juga menyampaikan tentang pentingnya substansi riset yang dikembangkan harus memiliki nilai kebaruan (novelty). Standard penulisan dan pengolahan data dengan software yang sesuai juga merupakan hal yang perlu dikuasai oleh penulis.

Pemateri kedua, Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. menyampaikan tentang Strategi Penulisan Artikel Ilmiah. Dalam paparannya, pemateri mengingatkan akan banyaknya predatory journal yang berkembang sehingga perlu kehati-hatian dalam memilih jurnal tempat publikasi. Dr. Bintoro menyampaikan tiga hal pokok yaitu mengenal klasifikasi jurnal internasional, strategi mempublikasikan artikel ilmiah, serta teknis mendaftarkan artikel ke jurnal internasional.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Ellianawati, M.Si. ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peserta webinar sangat antusias terbukti dengan munculnya beberapa pertanyaan kepada pemateri baik secara langsung maupun melalui fasilitas chat yang terdapat pada aplikasi.

IPK 3,93 Kusjuriansah raih predikat wisudawan terbaik II Unnes Periode II 2019

Kusjuriansah mahasiswa Jurusan Fisika angkatan 2015 berhasil meraih predikat wisudawan terbaik kedua pada Wisuda Unnes Periode II 2019. Lulusan terbaik peringkat I yakni Ramllah Prodi Pendidikan Ekonomi (S1) dengan IPK 3,94,  Peringkat II Kusjuriansah Prodi Pendidikan Fisika (S1) IPK 3,93, dan peringkat III Septian Cipto Nugroho Prodi Pendidikan Sendratasik (Pendidikan Seni  Musik) S1 IPK 3,92.

Kusjuriansah dikenal sebagai sosok pribadi yang sederhana dan rajin. Mahasiswa asal Kabupaten Purbalingga ini juga aktif sebagai asisten laboratorium fisika pada periode 2017-2018. Selain itu peraih beasiswa bidik misi ini juga merupakan kepala departemen syiar Forum Kajian Islam Fisika (FKIF) pada periode 2017 dan kepala departemen syiar Forum Mahasiswa Islam (FMI) tahun 2018.

Menurut Dr. Masturi, M.Si. Sekretaris Jurusan Fisika Unnes hal ini merupakan sesuatu yang membanggakan serta menjadi contoh yang baik bagi generasi fisika di masa mendatang.

Prof. Dr. Supriyadi, M.Si. raih penghargaan Dosen Kinerja Terbaik 2018

Pada hari Jumat ( 28/12/2018) bertempat di Gedung Prof. Wuryanto (Auditorium Universitas Negeri Semarang), Prof Dr Supriyadi, M.Si. menerima penghargaan sebagai Dosen Kinerja Terbaik peringkat 2. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman M Hum dalam acara Monev Program Kegiatan dan Anggaran Triwulan IV dan Rapat Tinjauan Manajemen Tahun 2018 Universitas Negeri Semarang.

Penerima penghargaan sebagai Dosen Kinerja Terbaik berturut-turut adalah:

  1. Dr. Wadiyo, M. Si (FBS)
  2. Prof. Dr. Supriyadi, M. Si (FMIPA)
  3. Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M. Pd. (FIK)

Para penerima penghargaan juga akan mendapatkan hadiah untuk mengikuti konferensi internasional.

Kerjasama dengan IRMA, Jurusan Fisika selenggarakan Seminar Nasional dan Workshop PREM

Pada Senin s.d. selasa  (17-18 Desember 2018) Jurusan Fisika UNNES bekerjasama dengan IRMA (Indonesian Rock Magnetism Association) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Workshop Paleo Rock and Environmental Magnetism (PREM). Bertempat di Gedung D5 lantai 3 kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Prof. Dr. Sudarmin, MSi. Seminar Nasional ini mengambil tema ” Menelisik Sejarah, Sifat & Masa Depan Bumi, melalui Rekam Jejak Kemagnetan Batuan”.

Pembicara utama pada Plenary Session adalah:

  1. Prof. Dr. Satria Bijaksana (Institut Teknologi Bandung)
  2. Dr. Agus Yulianto, M.Si. (Universitas Negeri Semarang)
  3. Dr. Abd. Mujahid Hamdan (Universitas Islam Ar-Raniry Aceh)

Pembicara pertama menyampaikan materi tentang tantangan penelitian kolaboratif rock magnetism di Indonesia yang memiliki banyak sekali gunung api aktif.  Dr. Agus Yulianto menyampaikan pentingnya kerjasama antar bidang keilmuan untuk dapat memperdalam dan memperkuat kajian rock magnetism. Sementara itu, Dr. Mujahid Hamdan menyampaikan tentang Phytomining/Agromining yaitu penambangan mineral dengan menggunakan tanaman.

Menurut ketua IRMA Dr. La Ode Ngkoimani (Universitas Halu Oleo) Seminar Nasional ini merupakan kegiatan pertama IRMA setelah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham RI pada Oktober 2018. Seminar Nasional ini diikuti oleh 17 pemakalah dan 30 peserta.

Selain seminar kegiatan lain yang diselenggarakan adalah Workshop Penyusunan Proposal Penelitian Bersama dan Workshop Penyusunan Buku Kemagnetan Batuan IRMA. Selain itu peserta juga diajak untuk field trip di lingkungan riset wilayah Semarang.

SNMF V Sukses datangkan Mbah Rono Pakar Vulkanologi Indonesia

Mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UNNES  menyelenggarakan Seminar Nasional Mahasiswa Fisika ke lima (SNMF V). Kegiatan tersebut digelar pada (8/12/2018) di Gedung Dekanat FMIPA UNNES. Tema yang diangkat pada SNMF V ini adalah “Peningkatan Budaya Riset Sains dan Publikasi sebagai Wujud Kontribusi Fisika di Era Globalisasi”. SNMF V dibuka oleh Dekan FMIPA Prof. Dr. Sudarmin, M.Si dan dihadiri pula oleh Ketua Jurusan Fisika Dr. Suharto Linuwih M.Si.

Pembicara Utama pada seminar ini adalah Dr Surono atau yang dikenal dengan Mbah Rono,  salah satu pakar vulkanologi Indonesia. Pada kesempatan tersebut Mbah Rono menyampaikan bahwa fenomena kegunungapian sangat dekat  dengan ilmu fisika. Pembicara lain yang turut mengisi acara tersebut adalah alumni dari Jurusan Fisika FMIPA UNNES, yaitu M Hamrowi  (Founder and Owner of Taman Media), Prasetyo Listiaji (Dosen Fisika IT Telkom Purwokerto) dan Nila Prasetya A (Dosen Fisika UNNES).

Seminar Nasional Mahasiswa Fisika (SNMF) adalah kegiatan tahunan mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Semarang yang tahun ini memasuki tahun kelima. SNMF diadakan sebagai salah satu luaran dari mata kuliah Komunikasi Ilmiah, dimana pada seminar tersebut mahasiswa fisika berlatih secara mandiri untuk mempublikasikan hasil penelitiannya

Dr. Agus Yulianto, M.Si., salah satu dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Ilmiah mengharapkan agar kegiatan SNMF ini dapat diajadikan wadah mahasiswa untuk menunjukan prestasi di bidang riset. SNMF dapat diikuti mahasiswa dan peneliti muda di seluruh Indonesia dengan merata. Sehingga, SNMF setiap tahun kualitasnya bertambah dan dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan.


Innalillahi Wainnaillahi Rojiun, Selamat Jalan Dr. Sujarwata M.T.

*Innalillahi Wainnaillahi Rojiun*

Kabar duka datang dari Jurusan Fisika UNNES,  Telah meninggal Guru kita Drs. Sujarwata, M.T pada hari Rabu, 28 November 2018 pukul 23.44 di RS. Kariadi Semarang

Selama ini, beliau mengajar di Jurusan Fisika bidang Elektronika, Instrumentasi dan Mikrokontroler serta Sistem Sensor. Beliau juga merupakan penulis dan pengajar yang luar biasa didasarkan pada Penulisan buku dan artikel ilmiah di bidang yang beliau tekuni

“Di dunia ini tidak ada yang pasti, dan hidup cuma sekali maka buatlah yang berarti ”
Dr. Sujarwata, M.T 

Semoga almarhum ditempatkan di sisi Allah SWT, diterima segala amal baiknya, diampuni segala dosanya dan khusnul khotimah, Al-Fatihah

Selamat Atas dilantiknya Dr. Sugianto,M.Si sebagai Kepala LP3 UNNES

Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof Dr Fathur Rokhman MHum melantik sejumlah pimpinan baru di lingkungan UNNES. Dalam pelantikan sekaligus pengambilan sumpah jabatan pada Senin (26/11) tersebut, turut hadir jajaran pimpinan di lingkungan UNNES. Turut dilantik pada kesempatan tersebut, Dr.Sugianto, M.Si menjadi Kepala LP3. Beliau merupakan Dosen Fisika memiliki track record yang baik di kancah kepemimpinan di Universitas Negeri Semarang. Diantaranya sebagai Kepala BP2M, dan Sekretaris LP3.

Sejatinya, pergantian kepemimpinan dalam suatu organisasi merupakan sebuah kebiasaan. Namun demikian, kebiasaan ini perlu dikuatkan dengan semangat baru untuk terus menuai kemajuan.

Dalam sambutannya, Rektor UNNES Prof Fathur berharap, warga UNNES mampu terus berpacu dengan akselerasi dan lompatan inovasi.

“Sesuai dengan arahan Menristekdikti Prof H Mohamad Nasir PhD Ak, perguruan tinggi harus meningkatkan inovasi dalam tantangan era disrupsi. Selain itu, perlu juga menjaga kampus dari bahaya radikalisme, terorisme, hoaks, dan ujaran kebencian. Dua arahan ini kiranya dapat memacu semangat kita untuk berprestasi dan bereputasi di tingkat nasional dan internasional secara berkelanjutan,” jelas Rektor.

Rektor berharap, rekatan harmoni akan menjadi modal sosial yang amat berharga untuk akselerasi kemajuan UNNES kedepan. Rektor menegaskan, atmosfer akademik UNNES dibangun atas dasar keilmuan dan inovasi. Sehingga jelas, inovasi akan terhambat jika harmonisasi tidak terbangun dengan baik.