“Caramel” berhasil hantarkan Rachmat Waluyo dkk Raih Emas di PIMNAS ke-33

Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Jurusan Fisika UNNES di penghujung tahun 2020 ini. Tim Program Kreatifitas Mahasiswa – Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang terdiri dari Rachmat Waluyo (Pendidikan Fisika), Sarno Setiawan (Kimia) dan Neelam Puspitasari (Pendidikan Fisika) berhasil meraih medali Emas untuk kategori Presentasi Terbaik.

Pekan ilmiah mahasiswa (PIMNAS) ke-33 ini dilaksanakan secara daring pada 24 – 29 November 2020 menggunakan aplikasi Zoom serta streaming di kanal Youtube PIMNAS. Setiap Tim memiliki waktu 30 menit untuk persiapan, presentasi serta menunjukkan bukti-bukti terkait, serta tanya jawab diskusi klarifikasi hasil kegiatan. Tim PKM UNNES beserta pembimbing mengikuti presentasi secara daring selama 2 hari di ruang 405 gedung Rektorat Universitas Negeri Semarang.

Tema Penelitian yang diangkat oleh Rachmat Waluyo dkk adalah Caramel (Carbon nano dots from Watemelon Peel) Sintesis Carbon Nanodots dari Kulit Semangka dengan Metode Microwave sebagai Authentic Guard in Branded Product.

Penelitian ini berawal dari rencananya untuk melanjutkan S2 dan menyusun proposal tesis. Kemudian terpikir untuk menyusunnya dalam bentuk proposal PKM. Dalam proses pembuatannya pun di tengah-tengah KKN dan proses bimbingan dilakukan seminggu sekali.

Rachmat Waluyo menyampaikan “Sebenarnya banyak sekali kendala yang dihadapi dalam proses penelitian, salah satunya karena ini hal baru bagi saya yaitu tentang material nano. Terlebih perubahan skema PKM dari luring ke daring yang berakibat pada berubahnya luaran PKM yaitu membuat narrative review. Sebelumnya saya belum pernah membuat narrative review, jadinya memakan waktu yang cukup lama dalam menulis Narrative review tersebut. Selain itu, kerja kelompok yang serba terbatas akan jarak dan waktu juga menjadi salah satu faktor kendala.”

Dr. Bambang Subali selaku pembimbing menyampaikan rasa syukur atas ikhtiar mereka dan tim membuahkan hasil terbaik untuk UNNES khususnya FMIPA. Lebih lanjut Dr. Bambang Subali menyampaikan “Semua mahasiswaku sangat berpeluang untuk mengikuti PKM dengan berbagai bidang. Kerja keras, doa dan bimbingan dosen akan mendorong pencapaian tertinggi di PIMNAS 34 berikutnya.”

Rachmat berpesan kepada Mahasiswa khususnya Jurusan Fisika untuk Tetap belajar dan mengembangkan diri dimanapun dan kapanpun, utamanya dalam hal menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI).

Astronomy workshop series #3 “Pemanfaatan Virtual Observatory dengan TOPCAT dan Aladin”

Jurusan Fisika Unnes Kembali menggelar Workshop series #3 yang masih merupakan serangkaian Astronomy workshop Series. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ini, Kamis (26/11/2020) dengan mengusung tema “Pemanfaatan Virtual Observatory dengan TOPCAT dan Aladin” melalui zoom meeting.

Narasumber workshop series #3 ini adalah Rizky Maulana Nurhidayat, M.Si. Beliau menyampaikan materi Pemanfaatan virtual observatory dengan menggunakan Topcat dan Aladin. Topcat sendiri adalah Tool for operation on catalogues and table, dimana program ini berbasis java (mirip dengan Ms. Excel). Program ini juga dapat mengakses data tertentu dan melakukan pengolahan data dalam jumlah besar dengan waktu singkat. Sedangkan Aladin sendiri merupakan sebuah aplikasi untuk memperlihatkan citra sistem astronomy.
Adapun salah satu kelebihan dari TOPCAT dan Aladin ini dapat mempermudah suatu penelitian di astronomy. Namun untuk menghasilkan sebuah penelitian yang baik, kita perlu mengetahui adanya langkah – langkah dan metode scientific yang memadai saat kita melakukan pengamatan dalam sebuah survei.

Kegiatan ini diikuti oleh 32 orang peserta yang berasal dari dosen, mahasiswa dan pemerhati astronomi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.30. Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat).

Dr.rer.nat Mochamad Ikbal Arifyanto S.Si.,M.Sc. dari ITB sampaikan materi ANALISIS SISTEM BUMI-BULAN-MATAHARI pada Workshop Astronomy series ke 2

Pada Kamis (19/11/2020) Jurusan Fisika menggelar Workshop Astronomy Series -2 secara daring melalui zoom meeting. Kegiatan yang merupakan implementasi kerjasama Guest Lecture antara Jurusan Fisika FMIPA UNNES dan Prodi Magister dan Doktor Astronomi ITB ini dihadiri oleh Ketua Jurusan Dr. Suharto Linuwih, M.Si, Sekretaris Jurusan Dr. Masturi, M.si, mahasiswa mata kuliah astronomi, astronomi terapan, Unnes Astronomical Community, serta beberapa dosen dan pecinta astronomi baik dari dalam Unnes maupun dari perguruan tinggi lain, seperti Univ PGRI Semarang dan UIN Walisongo Semarang.

Workshop Astronomy series ke-2 yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan pembicara, Dr.rer.nat. Mochamad Ikbal Arifyanto S.Si.,M.Sc. dari ITB, Bandung. Dalam sesi materi Pak Ikbal menyampaikan tentang pokok bahasan astronomi sebagai ilmu tertua. “Secara history ilmu astronomi merupakan salah satu ilmu yang tertua”, tegasnya. Beberapa hal lain yang dibahas diantaranya astronomi bola (sistem koordinat, musim, rasi bintang , presesi), sistem bumi-bulan (fase – fase bulan, gerhana, pasang surut), sistem bumi-matahari (siklus matahari, cuaca antariksa, perubahan iklim), sistem bumi-bulan-matahari (gerak tiga benda).

Kegiatan ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00. Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat).

Penetapan Pembimbing Skripsi Jurusan Fisika di Era Pandemi

Sekretaris Jurusan Fisika Dr. Masturi, M.Si., menyampaikan sehubungan dengan layanan daring di era pandemi ini, berikut kami lampirkan Prosedur baru penetapan pembimbing skripsi Jurusan Fisika UNNES

  1. Mahasiswa berkomunikasi dengan pengelola jurusan melalui Sekretaris Jurusan untuk menyampaikan calon pembimbing yang akan dipilih oleh mahasiswa. Khusus angkatan 2016 dan 2017, hal ini pada umumnya sudah dilakukan pada saat pertemuan angkatan. Untuk mahasiswa yang belum mendapatkan calon pembimbing silakan menghubungi pengelola jurusan melalui Sekretaris Jurusan.
  2. Dengan calon pembimbing yang sudah dipilih tersebut, mahasiswa segera mengkomunikasikan topik yang akan menjadi penelitian skripsinya, dan dibuktikan dengan adanya seminar proposal.
  3. Mahasiswa mengisi link berikut: https://bit.ly/FISIKA-UsulanSKPembimbing dengan melampirkan softcopy (pdf) lembar pengesahan seminar proposal yang sudah ditandatangani oleh Calon Dosen Pembimbing dengan Mengetahui Ketua Jurusan. Saat mengisi link, mahasiswa harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan Sekretaris Jurusan untuk mendapatkan nomor surat sekaligus untuk memastikan isian Calon Pembimbing sudah sesuai dengan poin no 1
  4. Surat Usulan SK Pembimbing akan dikirimkan secara otomatis oleh sistem ke email mahasiswa untuk dimintakan tanda tangan Ketua Jurusan. Terkait hal ini, mahasiswa harus memastikan email yang diisikan pada link di atas sudah betul.
  5. Surat Usulan Penetapan SK Pembimbing kemudian disampaikan ke Staf Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (Pak Ngalim) sebagai dasar penerbitan SK Penetapan Pembimbing oleh Dekan.
  6. SK Pembimbing akan dikirimkan kepada mahasiswa oleh Staf Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas melalui Telegram.

Terima kasih.

Mahasiswa Fisika kembali meraih predikat wisudawan terbaik FMIPA pada Wisuda Ke-104 Universitas Negeri Semarang Tahun 2020 secara Luring dan Daring di Auditorium Prof. Wuryanto, Kampus UNNES Sekaran

Pada hari ini, Selasa (17/11/2020) Universitas Negeri Semarang melaksanakan wisuda Ke-104 Tahun 2020 secara daring dan luring di Auditorium Prof.  Wuryanto, Kampus UNNES Sekaran. Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan sekaligus berharap kontribusi wisudawan UNNES dalam mengaplikasikan keahliannya secara profesional.

Wisuda ke 104 ini diikuti sebanyak 1.314 orang terdiri atas 22 orang doktor, 78 magister, 8 orang profesi, 1.199 sarjana, 7 diploma.  Dalam acara tersebut wisudawan terbaik untuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil diraih oleh Elvira Fiona dari Jurusan Fisika Program studi Pendidikan Fisika angkatan 2016. Elvira berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 4 tahun 8 hari dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,77. Mahasiswi asal Purwodadi Kabupaten Grobogan tersebut selalu mendapatkan Indeks Prestasi yang membanggakan di setiap semesternya. Ia juga pernah menjadi panitia Pekan Ilmiah Fisika (PIF) pada tahun 2018 sebagai salah satu tim penulis soal Olimpiade tingkat SMA.

Selain itu, Elvira juga berpesan kepada adik-adik kelasnya yang masih menempuh studi di jurusan Fisika FMIPA UNNES untuk tetap semangat dalam belajar.

“Sesulit apapun ilmu yang kamu pelajari, jangan pernah sekalipun kamu menutup mata, tetaplah membuka dan membaca buku, giat belajar serta berdoa kepada Tuhan. Kesuksesan kita adalah kesuksesan jurusan Fisika dan sekaligus kesuksesan bagi FMIPA UNNES dan Indonesia” Pungkasnya.

Dr. Aprilia sampaikan materi Pendahuluan Astrofisika pada Astronomy Workshop Series

Pada Kamis (12/11/2020) Jurusan Fisika menggelar Astronomy Workshop Series secara daring melalui zoom meeting. Acara tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya Dekan FMIPA UNNES menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang astronomi. Diharapkan peserta dapat mengambil manfaat yang besar dari kegiatan tersebut.

Turut pula memberikan sambutannya penanggung jawab kegiatan, Dr.rer.nat. Mochamad Ikbal Arifyanto S.Si.,M.Sc. dari ITB, Bandung. Doktor lulusan Universitas Heidelberg Jerman tersebut menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan untuk semakin memperkuat bidang astronomi di Indonesia.

Narasumber pada workshop seri pertama ini adalah Dr. Aprilia, Dosen FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB). Doktor lulusan Tohoku University, Jepang ini menyampaikan materi tentang Dasar Astrofisika. Astrofisika adalah cabang ilmu alam yang mempelajari benda langit dan fenomena alam yang terjadi di alam semesta atau Ilmu yang berhubungan dengan pengamatan benda langit. Manusia mengamati gerak benda-benda langit dan perubahan posisi benda langit sejak manusia muncul di Bumi. Manusia pun berusaha memahami keteraturan & memanfaatkannya untuk kepentingan praktis, seperti pertanian dan pelayaran.

Pada bagian berikutnya, Dr. Aprilia menjelaskan tentang beberapa teori yang pernah berkembang dalam pemodelan alam semesta serta tokoh-tokoh yang menemukannya seperti Aristoteles (350SM), Claudio Ptolemeus (sekitar 140 M), Nicolás Copernicus, Johannes Kepler dan Isaac Newton (Abad 16 M). Dasar astrofisika juga mencakup bagaimana kita mengenal besaran dasar dari bintang (matahari) yang meliputi jarak matahari, Massa Matahari, Luminositas Matahari, Radius Matahari, dan Temperatus Efektif Matahari.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang peserta yang berasal dari dosen, mahasiswa dan pemerhati astronomi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00. Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat).

Panduan Kegiatan Laboratorium Pada Tatanan Normal Baru

Dalam Upaya pencegahan penularan Covid-19

Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, maka kegiatan praktikum, penelitian dan pengujian sampel di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang, harus memenuhi protokol era “new normal” secara umum antara lain :

  1. Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum diperbolehkan melakukan kegiatan praktikum dan penelitian adalah sebagai berikut:
  • Pada awal semester, mahasiswa mengisi dan mengunggah surat persetujuan keluarga (lampiran 1) melalui dengan mengunggah foto orang tua memegang surat persetujuan http://bit.ly/D9Lamp1 tersebut yang telah diisi dan ditandatangani.
  • Pada awal semester, mahasiswa mengisi dan mengunggah surat persetujuandosen pembimbing atau dosen pengampu mata kuliah praktikum (lampiran 2) melalui http://bit.ly/D9Lamp2 dengan mengunggah foto screenshoot percakapan di media sosial mengenai ijin yang diberikan dosen pembimbing atau mengunggah daftar peserta kuliah yang memuat nama mahasiswa yang bersangkutan.
  • Bagi mahasiswa dan atau peneliti pengujian sampel, setiap akan memasuki laboratorium Fisika, wajib mengisi INSTRUMENT SELF-ASSESSMENT RESIKO COVID-19 (lampiran 3) melalui http://bit.ly/D9Lamp3v2
  • Setiap pengunjung Laboratorium Fisika, wajib mengisi logbook daftar hadir harian di pintu masuk laboratorium Fisika.
  1. Pelaksanaan kegiatan penelitian selama dan setelah Pandemi COVID-19 hanya diprioritaskan untuk mahasiswa tugas akhir, dosen penelitian dan layanan pengujian sampel laboratorium.
  2. Waktu Operasional Laboratorium Fisika adalah 5 hari kerja dalam 1 minggu, yaitu hari Senin s.d. Kamis mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB, dan hari Jum’at mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB
  3. Jika memungkinkan penelitian ditunda maka sebaiknya mahasiswa tetap tinggal di rumah bersama keluarga masing-masing sampai keadaan normal kembali atau menunggu keputusan rektor Universitas Negeri Semarang
  4. Bagi kurir atau ojek online hanya diperbolehkan menitipkan barang pada petugas di pintu masuk laboratorium Fisika.

Selain itu seluruh pengunjung Laboratorium Fisika harus tetap menjalankan Protokol Kesehatan.

Selengkapnya tentang panduan dapat dilihat pada tautan Panduan Kegiatan Laboratorium Pada Tatanan Normal Baru

Marathur Rodhiyah raih predikat wisudawan terbaik FMIPA pada Wisuda Ke-102 Universitas Negeri Semarang Tahun 2020 secara Daring

Pada Selasa (16/06/2020) Universitas Negeri Semarang melaksanakan wisuda Ke-102 Tahun 2020 secara daring untuk yang pertama kali. Hal ini dilakukan atas adanya kebijakan dari Kemendikbud, Kemenkes, dan Edaran Walikota Semarang untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan sekaligus berharap kontribusi wisudawan UNNES dalam mengaplikasikan keahliannya secara profesional.

Sebanyak 627 wisudawan mengikuti acara tersebut yang terdiri atas 9 orang Doktor, 57 orang Magister, 558 orang Sarjana, dan 3 orang Diploma. Lulusan Terbaik diraih oleh Jerizal Petrus Program studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling S3 (PPS) dengan IPK 3,94, Fandilla Susanti Prodi Ilmu Hukum S2 (PPS) IPK 3,97.

Wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil diraih oleh Marathur Rodhiyah dari Jurusan Fisika angkatan 2016. Mara berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan 11 hari dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,8. Mahasiswa asal Banjarejo Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan tersebut sejak awal selalu mendapat Indeks Prestasi yang membanggakan yaitu lebih dari 3,5 tiap semester.

Saat kuliah dia memiliki kebiasaan setiap sebelum perkuliahan dimulai selalu membaca materi terlebih dahulu. Jika masih ada yang tidak dipahami langsung ditanyakan dikelas. Semasa kuliah Mara juga tercatat sebagai salah satu Asisten laboratorium Fisika Dasar pada 2018/2019. Selain itu dia juga merupakan salah satu penerima Beasiswa IBOA (Infaq Beasiswa Orangtua Asuh) dari Rumah Amal LAZIS UNNES.

Jelang Akhir Ramadan, Unnes Physics Webinar #3 Kaji Rukyat dan Hisab

Menjelang berakhirnya bulan ramadan 1441 H, Jurusan Fisika Unnes kembali menyelenggarakan Unnes Physics Webinar Series #3. Webinar kali ini mengangkat tema Rukyat dan Hisab dalam Kajian Astronomi terkini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (20/5/2020) ini diikuti oleh 192 pendaftar dengan jumlah 108 peserta berhasil online sampai akhir. Peserta yang berhasil online berasal dari berbagai daerah seperti, Aceh, Lampung, Bima, Madura, Makassar, Nusa tenggara Timur, dll. Hadir pula secara online dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Fisika UPI Bandung Dr. Taufik R. Ramalis, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya dekan mengapresiasi pelaksanaan webinar series yang diselenggarakan oleh Jurusan Fisika. Selain itu Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadikan peserta lebih memahami mengenai rukyat dan hisab. Sehingga sebagai akademisi kita dapat menambah keyakinan untuk mengawali dan mengakhiri bulan-bulan ubudiah seperti bulan ramadan.

Pembicara pertama adalah Dr. Judistira Aria Utama, M.Si yang merupakan Dosen Astronomi Departemen Fisika-UPI Bandung. Dalam paparannya Dr. Aria mengangkat tema Kebersamaan dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan 1441 H di Indonesia menurut Tinjaun Model Visibiltas Kastner. Problematika ru’yat adalah masalah visibilitas. Metode Kastner yang dikembangkan pada 1976 dipilih karena metode ini sederhana dan hasil prediksinya yang cukup tepat. Kasus yang diangkat oleh Pembicara adalah Kasus Hilal pada Ramadan 1441H. Pada penentuan awal ramadan Tim Rukyat Condrodipo Gresik mengklaim bahwa dapat melihat hilal selama 5 menit setelah matahari terbenam. Sementara berdasarkan prediksi visibilitas model global yang dikembangkan oleh Odeh dan Shaukat menyatakan bahwa daerah di Indonesia tidak memungkinkan untuk dapat melihat hilal. Dr. Aria kemudian dengan metode Kastner ini mampu memverifikasi klaim keberhasilan mengamati Hilal penentu awal ramadan 1441 H. Dengan demikian secara perhitungan ilmiah hasil pengamatan Tim Rukyat Condrodipo Gresik dapat dibuktikan. Lebih lanjut Dr. Aria menyampaikan prediksi model Kastner ini sangat terbuka untuk dibuktikan untuk menentukan awal Syawal 1441H

Pada paparan  selanjutnya, pembicara kedua, Dr. Masturi yang merupakan pemerhati astronomi Jurusan Fisika Unnes sekaligus pendiri Unnes Astronomical Community (UAC) menyampaikan bahwa penentuan awal bulan (new month) merupakan hal yang sangat penting untuk bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Hanya saja, di Indonesia penentuan awal bulan ini memang harus diatur oleh pemegang otoritas. Penentuan awal bulan versi hisab dan rukyat (imkanurrukyat) harusnya diarahkan menuju ke suatu kriteria moderat yang dapat disepakati demi menuju kebersamaan dalam konteks Indonesia. Dengan algoritma yang sangat presisi, selama ini para ilmuwan dan para astronom sudah sangat mampu untuk menentukan posisi Bulan, termasuk jatuhnya Bulan baru (new Moon), namun dalam penentuan awal bulan sudah semestinya ada peran dan keputusan pemilik otoritas (semisal Kementrian Agama) dalam memutuskan hal tersebut. Beberapa hal yang memungkinkan untuk menuju ke penyatuan hisab dan rukyat adalah mengeksplorasi makna rukyat dengan membandingkan beberapa kosakata rukyat yang ada dalam  Al-Quran bahwa rukyat tidak semata-mata melihat dengan mata langsung tetapi memungkinkan melihat dengan pendekatan lain yang ilmiah. Hal ini mestinya menjadi pekerjaan para mujtahid hukum-hukum Islam untuk menindaklanjuti ini.

Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat). Setelah semua pertanyaan peserta dijawab oleh kedua narasumber, acara ditutup dan diakhiri sekitar pukul 11:35.

Angkat Tema Publikasi Ilmiah, Unnes Physics Webinar Series #2 Sukses digelar

Jurusan Fisika Unnes Kembali menggelar Web Seminar (Webinar) kedua dalam rangkaian Unnes Physics Webinar Series. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2020) ini diikuti oleh 151 pendaftar dengan jumlah yang berhasil online mencapai 132 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah Publikasi Ilmiah dan pengelolaan terbitan ilmiah yang berkualitas. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Prof. Dr. Sutikno, M.T. dan Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. Kegiatan yang dibuka Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. berlangsung sejak pukul 09.00 – 11.35 WIB.

Dalam sambutannya Dekan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Webinar kali ini. Dekan berharap dengan kegiatan ini dapat semakin menambah publikasi hasil penelitian serta dapat meningkatkan status akreditasi jurnal yang dikelola di lingkungan FMIPA Unnes. Turut hadir secara daring pula Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt.

Prof. Dr. Sutikno M.T. pada kesempatan pertama menyampaikan materi tentang Tata Kelola Penerbitan Jurnal. Selain membahas tentang teknis pengelolaan jurnal, pemateri juga menyampaikan tentang pentingnya substansi riset yang dikembangkan harus memiliki nilai kebaruan (novelty). Standard penulisan dan pengolahan data dengan software yang sesuai juga merupakan hal yang perlu dikuasai oleh penulis.

Pemateri kedua, Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. menyampaikan tentang Strategi Penulisan Artikel Ilmiah. Dalam paparannya, pemateri mengingatkan akan banyaknya predatory journal yang berkembang sehingga perlu kehati-hatian dalam memilih jurnal tempat publikasi. Dr. Bintoro menyampaikan tiga hal pokok yaitu mengenal klasifikasi jurnal internasional, strategi mempublikasikan artikel ilmiah, serta teknis mendaftarkan artikel ke jurnal internasional.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Ellianawati, M.Si. ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peserta webinar sangat antusias terbukti dengan munculnya beberapa pertanyaan kepada pemateri baik secara langsung maupun melalui fasilitas chat yang terdapat pada aplikasi.