Jelang Akhir Ramadan, Unnes Physics Webinar #3 Kaji Rukyat dan Hisab

Menjelang berakhirnya bulan ramadan 1441 H, Jurusan Fisika Unnes kembali menyelenggarakan Unnes Physics Webinar Series #3. Webinar kali ini mengangkat tema Rukyat dan Hisab dalam Kajian Astronomi terkini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (20/5/2020) ini diikuti oleh 192 pendaftar dengan jumlah 108 peserta berhasil online sampai akhir. Peserta yang berhasil online berasal dari berbagai daerah seperti, Aceh, Lampung, Bima, Madura, Makassar, Nusa tenggara Timur, dll. Hadir pula secara online dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Fisika UPI Bandung Dr. Taufik R. Ramalis, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya dekan mengapresiasi pelaksanaan webinar series yang diselenggarakan oleh Jurusan Fisika. Selain itu Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadikan peserta lebih memahami mengenai rukyat dan hisab. Sehingga sebagai akademisi kita dapat menambah keyakinan untuk mengawali dan mengakhiri bulan-bulan ubudiah seperti bulan ramadan.

Pembicara pertama adalah Dr. Judistira Aria Utama, M.Si yang merupakan Dosen Astronomi Departemen Fisika-UPI Bandung. Dalam paparannya Dr. Aria mengangkat tema Kebersamaan dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan 1441 H di Indonesia menurut Tinjaun Model Visibiltas Kastner. Problematika ru’yat adalah masalah visibilitas. Metode Kastner yang dikembangkan pada 1976 dipilih karena metode ini sederhana dan hasil prediksinya yang cukup tepat. Kasus yang diangkat oleh Pembicara adalah Kasus Hilal pada Ramadan 1441H. Pada penentuan awal ramadan Tim Rukyat Condrodipo Gresik mengklaim bahwa dapat melihat hilal selama 5 menit setelah matahari terbenam. Sementara berdasarkan prediksi visibilitas model global yang dikembangkan oleh Odeh dan Shaukat menyatakan bahwa daerah di Indonesia tidak memungkinkan untuk dapat melihat hilal. Dr. Aria kemudian dengan metode Kastner ini mampu memverifikasi klaim keberhasilan mengamati Hilal penentu awal ramadan 1441 H. Dengan demikian secara perhitungan ilmiah hasil pengamatan Tim Rukyat Condrodipo Gresik dapat dibuktikan. Lebih lanjut Dr. Aria menyampaikan prediksi model Kastner ini sangat terbuka untuk dibuktikan untuk menentukan awal Syawal 1441H

Pada paparan  selanjutnya, pembicara kedua, Dr. Masturi yang merupakan pemerhati astronomi Jurusan Fisika Unnes sekaligus pendiri Unnes Astronomical Community (UAC) menyampaikan bahwa penentuan awal bulan (new month) merupakan hal yang sangat penting untuk bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Hanya saja, di Indonesia penentuan awal bulan ini memang harus diatur oleh pemegang otoritas. Penentuan awal bulan versi hisab dan rukyat (imkanurrukyat) harusnya diarahkan menuju ke suatu kriteria moderat yang dapat disepakati demi menuju kebersamaan dalam konteks Indonesia. Dengan algoritma yang sangat presisi, selama ini para ilmuwan dan para astronom sudah sangat mampu untuk menentukan posisi Bulan, termasuk jatuhnya Bulan baru (new Moon), namun dalam penentuan awal bulan sudah semestinya ada peran dan keputusan pemilik otoritas (semisal Kementrian Agama) dalam memutuskan hal tersebut. Beberapa hal yang memungkinkan untuk menuju ke penyatuan hisab dan rukyat adalah mengeksplorasi makna rukyat dengan membandingkan beberapa kosakata rukyat yang ada dalam  Al-Quran bahwa rukyat tidak semata-mata melihat dengan mata langsung tetapi memungkinkan melihat dengan pendekatan lain yang ilmiah. Hal ini mestinya menjadi pekerjaan para mujtahid hukum-hukum Islam untuk menindaklanjuti ini.

Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat). Setelah semua pertanyaan peserta dijawab oleh kedua narasumber, acara ditutup dan diakhiri sekitar pukul 11:35.

Angkat Tema Publikasi Ilmiah, Unnes Physics Webinar Series #2 Sukses digelar

Jurusan Fisika Unnes Kembali menggelar Web Seminar (Webinar) kedua dalam rangkaian Unnes Physics Webinar Series. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2020) ini diikuti oleh 151 pendaftar dengan jumlah yang berhasil online mencapai 132 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah Publikasi Ilmiah dan pengelolaan terbitan ilmiah yang berkualitas. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Prof. Dr. Sutikno, M.T. dan Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. Kegiatan yang dibuka Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. berlangsung sejak pukul 09.00 – 11.35 WIB.

Dalam sambutannya Dekan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Webinar kali ini. Dekan berharap dengan kegiatan ini dapat semakin menambah publikasi hasil penelitian serta dapat meningkatkan status akreditasi jurnal yang dikelola di lingkungan FMIPA Unnes. Turut hadir secara daring pula Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt.

Prof. Dr. Sutikno M.T. pada kesempatan pertama menyampaikan materi tentang Tata Kelola Penerbitan Jurnal. Selain membahas tentang teknis pengelolaan jurnal, pemateri juga menyampaikan tentang pentingnya substansi riset yang dikembangkan harus memiliki nilai kebaruan (novelty). Standard penulisan dan pengolahan data dengan software yang sesuai juga merupakan hal yang perlu dikuasai oleh penulis.

Pemateri kedua, Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. menyampaikan tentang Strategi Penulisan Artikel Ilmiah. Dalam paparannya, pemateri mengingatkan akan banyaknya predatory journal yang berkembang sehingga perlu kehati-hatian dalam memilih jurnal tempat publikasi. Dr. Bintoro menyampaikan tiga hal pokok yaitu mengenal klasifikasi jurnal internasional, strategi mempublikasikan artikel ilmiah, serta teknis mendaftarkan artikel ke jurnal internasional.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Ellianawati, M.Si. ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peserta webinar sangat antusias terbukti dengan munculnya beberapa pertanyaan kepada pemateri baik secara langsung maupun melalui fasilitas chat yang terdapat pada aplikasi.

Perdana, Unnes Physics Webinar Series usung tema Teknik Evaluasi Perkuliahan Daring

Jurusan Fisika Unnes telah menggelar web seminar (webinar) pada Kamis (07/05/2020) pukul 09.00 s.d 11.30. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FMIPA, Dr. Sugianto, MSi merupakan rangkaian kegiatan yang direncanakan berlanjut pada seminar-seminar selanjutnya. Pada kesempatan tersebut Dekan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan webinar ditengah pandemi Covid 19. Dekan juga menyampaikan pada era pandemi di mana pembelajaran daring sudah masif dilakukan, diskursus mengenai penilaiannya merupakan sebuah keniscayaan.

Pembicara yang dihadirkan pada webinar tersebut adalah Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd. yang menyampaikan tema “Penilaian Hasil Belajar” dan Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si., yang menyampaikan tema “Pendekatan Praktis Evaluasi pada Pembelajaran Daring”. 

Pada sesi pertama Prof. Ani menyampaikan bahwa penilaian pada pembelajaran daring tetap harus mempertimbangkan tujuan utama dari penilaian itu sendiri, yakni memastikan ketercapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Hal yang paling utama adalah memastikan kejujuran dan objektifitas hasil pekerjaan peserta didik.

Dr. Sunyoto Eko N menekankan aspek-aspek teknis evaluasi terkait dengan pembelajaran daring, salah satunya adalah penilaian proses. Pada penilaian proses peserta didik dinilai berdasarkan keaktifan peserta didik dalam diskusi online pada platform daring yang digunakan. Dalam hal penilaian sikap, Dr Sunyoto menyatakan hal ini merupakan tantangan bagi pendidik, karena penilaian sikap melalui pembelajaran daring sulit untuk dilakukan.

Peserta yang terdaftar pada kegiatan ini terdapat 170 orang dengan jumlah peserta yang berhasil live adalah 148 orang. Peserta Webinar ini bukan hanya dari sivitas akademika Unnes saja, tetapi berasak dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bogor, Bandung, Lampung, Gorontalo bahkan terdapat pula peserta dari Jepang.

Membanggakan! Egi Dina Aulia raih 1st Runner Up Debate Competition dalam kegiatan PELTAC 2019 di UTM Malaysia

Egi Dina Aulia Mahasiswa Pendidikan Fisika 2017 baru saja meraih 1st Runner Up dalam Debate Competition-Toastmaster Internasional pada 14 Januari 2019. Kegiatan debat sendiri merupakan salah satu kegiatan pada Professional, Engineering, Leadership, Teamwork & Awareness Camp (PELTAC) 2019. Kegiatan tersebut diadakan oleh Society of Manufacturing Engineers S227 Universiti Teknologi Malaysia pada 13 s.d. 17 Januari 2019 bertempat di Banquet Hall, Bangunan Canseleri, UTM Skudai, Johor, Malaysia.

Pada kegiatan tersebut FMIPA UNNES mengirimkan 19 delegasi yang mewakili masing-masing Jurusan. Jurusan Fisika sendiri mengirimkan 4 mahasiswa atas nama Ulyatul Hikmah, Dita Dwi Saputri, Laily Ika Fitiani dan Egi Dina Aulia. Selain Egi, delegasi FMIPA yang juga mendapatkan penghargaan yang sama adalah Niken Anjaswari dari Jurusan IPA Terpadu.

Egi yang juga merupakan mahasiswa penerima beasiswa bidik misi merasa senang dan bangga dengan apa yang telah dicapai. Ia berharap dapat terus mengembangkan diri untuk dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.

Kuliah Umum Jurusan Fisika Hadirkan Pembicara dari Pusat Penelitian Fisika LIPI dan UPSI Malaysia

Pada Senin 26 November 2018 Jurusan Fisika menyelenggarakan kuliah umum Guest Lecture dengan tema “Physics and Physics Education Research Collaboration in Industrial Revolution 4.0”. Bertempat di Gedung D12 Lantai 3 FMIPA UNNES kegiatan tersebut menghadirkan dua pembicara luar. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. rosly Jafaar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, yang memaparkan Media Pembelajaran menggunakan Tracker.  Pembicara kedua adalah Dr. Rike Yudianti (Kepala Pusat Penelitian Fisika LIPI) menyampaikan Pemanfaatan Carbon Nanotube di Dunia Industri. Hadir pada kesempatan tersebut sekaligus memberikan sambutan Dekan FMIPA Prof. Dr. ZAENURI S.E, M.Si,Akt.

Peserta dari kegiatan ini adalah dosen dan mahasiswa Jurusan Fisika UNNES yang berjumlah 150 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dosen dan mahasiswa mengenai penelitian fisika dan pendidikan fisika berkelanjutan yang dimanfaatkan di dunia industri.

KSGF Gelar Workshop Geofisika 2018

 

Kelompok Study Geofisika (KSGF) Jurusan Fisika Unnes menyelenggarakkan acara Workshop Geofisika dengan Tema “Penerapan Metode Geolistrik dan Mikroseismik Sebagai Upaya Mitigasi Bencana”. Acara yang digelar pada 24-25 November 2018 diikuti oleh 12 Mahasiswa S1 dan 16 Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Fisika dan Geografi Unnes. Bertempat di Gedung D4 124 – 125 acara tersebut menghadirkan 2 pembicara sekaligus yang dibagi dalam dua sesi. Materi Geolistrik disampaikan oleh Taufik nur Fitriyanto, S.Si. dengan tema Desain Survey Latihan Akuisisi, Prosesing dan Interpretasi. Sementara materi Mikrosesimik yang bertemakan Desain Survey Latihan Akuisisi, Prosesing dan Interpretasi data mikroseismik disampaikan oleh Hendri Sulistiyawan, S.Si. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Supriyadi M.Si. dan Dr. Khumaedi M.Si. selaku pendamping KSGF.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan metode geofisika dalam upaya mitigasi bencana. Workshop diselenggarakan dengan pemberian materi secara klasikal serta praktik lapangan. Hasil yang diharapkan peserta mampu memahami prosedur penggunaan alat untuk akuisisi data, mengolah data hasil penelitian serta mampu menginterpretasi data untuk kemudian menarik kesimpulan dari hasil penelitian.