“Caramel” berhasil hantarkan Rachmat Waluyo dkk Raih Emas di PIMNAS ke-33

Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Jurusan Fisika UNNES di penghujung tahun 2020 ini. Tim Program Kreatifitas Mahasiswa – Penelitian Eksakta (PKM-PE) yang terdiri dari Rachmat Waluyo (Pendidikan Fisika), Sarno Setiawan (Kimia) dan Neelam Puspitasari (Pendidikan Fisika) berhasil meraih medali Emas untuk kategori Presentasi Terbaik.

Pekan ilmiah mahasiswa (PIMNAS) ke-33 ini dilaksanakan secara daring pada 24 – 29 November 2020 menggunakan aplikasi Zoom serta streaming di kanal Youtube PIMNAS. Setiap Tim memiliki waktu 30 menit untuk persiapan, presentasi serta menunjukkan bukti-bukti terkait, serta tanya jawab diskusi klarifikasi hasil kegiatan. Tim PKM UNNES beserta pembimbing mengikuti presentasi secara daring selama 2 hari di ruang 405 gedung Rektorat Universitas Negeri Semarang.

Tema Penelitian yang diangkat oleh Rachmat Waluyo dkk adalah Caramel (Carbon nano dots from Watemelon Peel) Sintesis Carbon Nanodots dari Kulit Semangka dengan Metode Microwave sebagai Authentic Guard in Branded Product.

Penelitian ini berawal dari rencananya untuk melanjutkan S2 dan menyusun proposal tesis. Kemudian terpikir untuk menyusunnya dalam bentuk proposal PKM. Dalam proses pembuatannya pun di tengah-tengah KKN dan proses bimbingan dilakukan seminggu sekali.

Rachmat Waluyo menyampaikan “Sebenarnya banyak sekali kendala yang dihadapi dalam proses penelitian, salah satunya karena ini hal baru bagi saya yaitu tentang material nano. Terlebih perubahan skema PKM dari luring ke daring yang berakibat pada berubahnya luaran PKM yaitu membuat narrative review. Sebelumnya saya belum pernah membuat narrative review, jadinya memakan waktu yang cukup lama dalam menulis Narrative review tersebut. Selain itu, kerja kelompok yang serba terbatas akan jarak dan waktu juga menjadi salah satu faktor kendala.”

Dr. Bambang Subali selaku pembimbing menyampaikan rasa syukur atas ikhtiar mereka dan tim membuahkan hasil terbaik untuk UNNES khususnya FMIPA. Lebih lanjut Dr. Bambang Subali menyampaikan “Semua mahasiswaku sangat berpeluang untuk mengikuti PKM dengan berbagai bidang. Kerja keras, doa dan bimbingan dosen akan mendorong pencapaian tertinggi di PIMNAS 34 berikutnya.”

Rachmat berpesan kepada Mahasiswa khususnya Jurusan Fisika untuk Tetap belajar dan mengembangkan diri dimanapun dan kapanpun, utamanya dalam hal menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI).

Penetapan Pembimbing Skripsi Jurusan Fisika di Era Pandemi

Sekretaris Jurusan Fisika Dr. Masturi, M.Si., menyampaikan sehubungan dengan layanan daring di era pandemi ini, berikut kami lampirkan Prosedur baru penetapan pembimbing skripsi Jurusan Fisika UNNES

  1. Mahasiswa berkomunikasi dengan pengelola jurusan melalui Sekretaris Jurusan untuk menyampaikan calon pembimbing yang akan dipilih oleh mahasiswa. Khusus angkatan 2016 dan 2017, hal ini pada umumnya sudah dilakukan pada saat pertemuan angkatan. Untuk mahasiswa yang belum mendapatkan calon pembimbing silakan menghubungi pengelola jurusan melalui Sekretaris Jurusan.
  2. Dengan calon pembimbing yang sudah dipilih tersebut, mahasiswa segera mengkomunikasikan topik yang akan menjadi penelitian skripsinya, dan dibuktikan dengan adanya seminar proposal.
  3. Mahasiswa mengisi link berikut: https://bit.ly/FISIKA-UsulanSKPembimbing dengan melampirkan softcopy (pdf) lembar pengesahan seminar proposal yang sudah ditandatangani oleh Calon Dosen Pembimbing dengan Mengetahui Ketua Jurusan. Saat mengisi link, mahasiswa harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan Sekretaris Jurusan untuk mendapatkan nomor surat sekaligus untuk memastikan isian Calon Pembimbing sudah sesuai dengan poin no 1
  4. Surat Usulan SK Pembimbing akan dikirimkan secara otomatis oleh sistem ke email mahasiswa untuk dimintakan tanda tangan Ketua Jurusan. Terkait hal ini, mahasiswa harus memastikan email yang diisikan pada link di atas sudah betul.
  5. Surat Usulan Penetapan SK Pembimbing kemudian disampaikan ke Staf Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas (Pak Ngalim) sebagai dasar penerbitan SK Penetapan Pembimbing oleh Dekan.
  6. SK Pembimbing akan dikirimkan kepada mahasiswa oleh Staf Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas melalui Telegram.

Terima kasih.

Ujian Komprehensif Online Semester Gasal 2020/2021 bagi Mahasiswa Jurusan Fisika

Diberitahukan kepada Mahasiswa Jurusan Fisika bahwa Ujian Komprehensif Semester Gasal 2020/2021 gelombang 2 akan segera diselenggarakan. Mekanisme pelaksanaan Ujian Komprehensif pada tahun 2020 ini dilakukan secara daring. Sehingga mahasiswa tidak perlu datang ke kampus untuk mengikuti ujian komprehensif.

Sistem ujian komprehensif telah terintegrasi dengan Applications Gate UNNES yang dapat diakses dengan sign in melalui portal apps.unnes.ac.id. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Sistem Informasi Ujian Komprehensif (Kompre) atau melalui alamat http://kompre.unnes.ac.id. Pelaksanaan ujian akan dilaksanakan melalui Aplikasi Tes Online (Ujian) atau melalui alamat http://ujian.unnes.ac.id .

Mahasiswa memiliki 3 (tiga) kali kesempatan untuk mengikuti Ujian Komprehensif. Jika dalam tiga kali kesempatan tersebut dinyatakan Belum Lulus maka Koordinator Program Studi akan memberikan pembinaan secara khusus, sehingga dinyatakan layak untuk mengikuti ujian skripsi.

Berikut rincian kegiatan ujian komprehensif online periode semester gasal 2020/2021 gelombang 2:

  1. Pemesanan jadwal oleh mahasiswa: 11 s.d. 19 November 2020;
  2. Penjadwalan dan konfirmasi oleh pengelola: 20 s.d. 23 November 2020;
  3. Pemilihan jadwal ujian oleh mahasiswa: 20 s.d. 23 November 2020;
  4. Pelaksanaan ujian secara daring: Selasa, 24 November 2020
  5. Pengumuman hasil ujian : Jum’at, 27 November 2020

Kelulusan dalam ujian komprehensif merupakan syarat bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti sidang skripsi. Mahasiswa yang dinyatakan lulus akan mendapatkan Surat Keterangan Lulus Tes Komprehensif Online dari fakultas yang akan digunakan sebagai syarat untuk mendaftar sidang skripsi.

Demikian informasi ini disampaikan agar mendapat perhatian dan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Dr. Aprilia sampaikan materi Pendahuluan Astrofisika pada Astronomy Workshop Series

Pada Kamis (12/11/2020) Jurusan Fisika menggelar Astronomy Workshop Series secara daring melalui zoom meeting. Acara tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya Dekan FMIPA UNNES menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang astronomi. Diharapkan peserta dapat mengambil manfaat yang besar dari kegiatan tersebut.

Turut pula memberikan sambutannya penanggung jawab kegiatan, Dr.rer.nat. Mochamad Ikbal Arifyanto S.Si.,M.Sc. dari ITB, Bandung. Doktor lulusan Universitas Heidelberg Jerman tersebut menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini perlu ditingkatkan untuk semakin memperkuat bidang astronomi di Indonesia.

Narasumber pada workshop seri pertama ini adalah Dr. Aprilia, Dosen FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB). Doktor lulusan Tohoku University, Jepang ini menyampaikan materi tentang Dasar Astrofisika. Astrofisika adalah cabang ilmu alam yang mempelajari benda langit dan fenomena alam yang terjadi di alam semesta atau Ilmu yang berhubungan dengan pengamatan benda langit. Manusia mengamati gerak benda-benda langit dan perubahan posisi benda langit sejak manusia muncul di Bumi. Manusia pun berusaha memahami keteraturan & memanfaatkannya untuk kepentingan praktis, seperti pertanian dan pelayaran.

Pada bagian berikutnya, Dr. Aprilia menjelaskan tentang beberapa teori yang pernah berkembang dalam pemodelan alam semesta serta tokoh-tokoh yang menemukannya seperti Aristoteles (350SM), Claudio Ptolemeus (sekitar 140 M), Nicolás Copernicus, Johannes Kepler dan Isaac Newton (Abad 16 M). Dasar astrofisika juga mencakup bagaimana kita mengenal besaran dasar dari bintang (matahari) yang meliputi jarak matahari, Massa Matahari, Luminositas Matahari, Radius Matahari, dan Temperatus Efektif Matahari.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang peserta yang berasal dari dosen, mahasiswa dan pemerhati astronomi yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB dan berakhir pada pukul 12.00. Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat).

Panduan Kegiatan Laboratorium Pada Tatanan Normal Baru

Dalam Upaya pencegahan penularan Covid-19

Dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, maka kegiatan praktikum, penelitian dan pengujian sampel di Laboratorium Fisika Universitas Negeri Semarang, harus memenuhi protokol era “new normal” secara umum antara lain :

  1. Persyaratan yang harus dipenuhi sebelum diperbolehkan melakukan kegiatan praktikum dan penelitian adalah sebagai berikut:
  • Pada awal semester, mahasiswa mengisi dan mengunggah surat persetujuan keluarga (lampiran 1) melalui dengan mengunggah foto orang tua memegang surat persetujuan http://bit.ly/D9Lamp1 tersebut yang telah diisi dan ditandatangani.
  • Pada awal semester, mahasiswa mengisi dan mengunggah surat persetujuandosen pembimbing atau dosen pengampu mata kuliah praktikum (lampiran 2) melalui http://bit.ly/D9Lamp2 dengan mengunggah foto screenshoot percakapan di media sosial mengenai ijin yang diberikan dosen pembimbing atau mengunggah daftar peserta kuliah yang memuat nama mahasiswa yang bersangkutan.
  • Bagi mahasiswa dan atau peneliti pengujian sampel, setiap akan memasuki laboratorium Fisika, wajib mengisi INSTRUMENT SELF-ASSESSMENT RESIKO COVID-19 (lampiran 3) melalui http://bit.ly/D9Lamp3v2
  • Setiap pengunjung Laboratorium Fisika, wajib mengisi logbook daftar hadir harian di pintu masuk laboratorium Fisika.
  1. Pelaksanaan kegiatan penelitian selama dan setelah Pandemi COVID-19 hanya diprioritaskan untuk mahasiswa tugas akhir, dosen penelitian dan layanan pengujian sampel laboratorium.
  2. Waktu Operasional Laboratorium Fisika adalah 5 hari kerja dalam 1 minggu, yaitu hari Senin s.d. Kamis mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB, dan hari Jum’at mulai pukul 08.00 – 14.00 WIB
  3. Jika memungkinkan penelitian ditunda maka sebaiknya mahasiswa tetap tinggal di rumah bersama keluarga masing-masing sampai keadaan normal kembali atau menunggu keputusan rektor Universitas Negeri Semarang
  4. Bagi kurir atau ojek online hanya diperbolehkan menitipkan barang pada petugas di pintu masuk laboratorium Fisika.

Selain itu seluruh pengunjung Laboratorium Fisika harus tetap menjalankan Protokol Kesehatan.

Selengkapnya tentang panduan dapat dilihat pada tautan Panduan Kegiatan Laboratorium Pada Tatanan Normal Baru

Marathur Rodhiyah raih predikat wisudawan terbaik FMIPA pada Wisuda Ke-102 Universitas Negeri Semarang Tahun 2020 secara Daring

Pada Selasa (16/06/2020) Universitas Negeri Semarang melaksanakan wisuda Ke-102 Tahun 2020 secara daring untuk yang pertama kali. Hal ini dilakukan atas adanya kebijakan dari Kemendikbud, Kemenkes, dan Edaran Walikota Semarang untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum. menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan sekaligus berharap kontribusi wisudawan UNNES dalam mengaplikasikan keahliannya secara profesional.

Sebanyak 627 wisudawan mengikuti acara tersebut yang terdiri atas 9 orang Doktor, 57 orang Magister, 558 orang Sarjana, dan 3 orang Diploma. Lulusan Terbaik diraih oleh Jerizal Petrus Program studi Pendidikan Bimbingan dan Konseling S3 (PPS) dengan IPK 3,94, Fandilla Susanti Prodi Ilmu Hukum S2 (PPS) IPK 3,97.

Wisudawan terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) berhasil diraih oleh Marathur Rodhiyah dari Jurusan Fisika angkatan 2016. Mara berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 8 bulan 11 hari dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,8. Mahasiswa asal Banjarejo Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan tersebut sejak awal selalu mendapat Indeks Prestasi yang membanggakan yaitu lebih dari 3,5 tiap semester.

Saat kuliah dia memiliki kebiasaan setiap sebelum perkuliahan dimulai selalu membaca materi terlebih dahulu. Jika masih ada yang tidak dipahami langsung ditanyakan dikelas. Semasa kuliah Mara juga tercatat sebagai salah satu Asisten laboratorium Fisika Dasar pada 2018/2019. Selain itu dia juga merupakan salah satu penerima Beasiswa IBOA (Infaq Beasiswa Orangtua Asuh) dari Rumah Amal LAZIS UNNES.

Jelang Akhir Ramadan, Unnes Physics Webinar #3 Kaji Rukyat dan Hisab

Menjelang berakhirnya bulan ramadan 1441 H, Jurusan Fisika Unnes kembali menyelenggarakan Unnes Physics Webinar Series #3. Webinar kali ini mengangkat tema Rukyat dan Hisab dalam Kajian Astronomi terkini. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (20/5/2020) ini diikuti oleh 192 pendaftar dengan jumlah 108 peserta berhasil online sampai akhir. Peserta yang berhasil online berasal dari berbagai daerah seperti, Aceh, Lampung, Bima, Madura, Makassar, Nusa tenggara Timur, dll. Hadir pula secara online dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Fisika UPI Bandung Dr. Taufik R. Ramalis, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. Dalam sambutannya dekan mengapresiasi pelaksanaan webinar series yang diselenggarakan oleh Jurusan Fisika. Selain itu Dekan juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadikan peserta lebih memahami mengenai rukyat dan hisab. Sehingga sebagai akademisi kita dapat menambah keyakinan untuk mengawali dan mengakhiri bulan-bulan ubudiah seperti bulan ramadan.

Pembicara pertama adalah Dr. Judistira Aria Utama, M.Si yang merupakan Dosen Astronomi Departemen Fisika-UPI Bandung. Dalam paparannya Dr. Aria mengangkat tema Kebersamaan dalam memulai dan mengakhiri Ramadhan 1441 H di Indonesia menurut Tinjaun Model Visibiltas Kastner. Problematika ru’yat adalah masalah visibilitas. Metode Kastner yang dikembangkan pada 1976 dipilih karena metode ini sederhana dan hasil prediksinya yang cukup tepat. Kasus yang diangkat oleh Pembicara adalah Kasus Hilal pada Ramadan 1441H. Pada penentuan awal ramadan Tim Rukyat Condrodipo Gresik mengklaim bahwa dapat melihat hilal selama 5 menit setelah matahari terbenam. Sementara berdasarkan prediksi visibilitas model global yang dikembangkan oleh Odeh dan Shaukat menyatakan bahwa daerah di Indonesia tidak memungkinkan untuk dapat melihat hilal. Dr. Aria kemudian dengan metode Kastner ini mampu memverifikasi klaim keberhasilan mengamati Hilal penentu awal ramadan 1441 H. Dengan demikian secara perhitungan ilmiah hasil pengamatan Tim Rukyat Condrodipo Gresik dapat dibuktikan. Lebih lanjut Dr. Aria menyampaikan prediksi model Kastner ini sangat terbuka untuk dibuktikan untuk menentukan awal Syawal 1441H

Pada paparan  selanjutnya, pembicara kedua, Dr. Masturi yang merupakan pemerhati astronomi Jurusan Fisika Unnes sekaligus pendiri Unnes Astronomical Community (UAC) menyampaikan bahwa penentuan awal bulan (new month) merupakan hal yang sangat penting untuk bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Hanya saja, di Indonesia penentuan awal bulan ini memang harus diatur oleh pemegang otoritas. Penentuan awal bulan versi hisab dan rukyat (imkanurrukyat) harusnya diarahkan menuju ke suatu kriteria moderat yang dapat disepakati demi menuju kebersamaan dalam konteks Indonesia. Dengan algoritma yang sangat presisi, selama ini para ilmuwan dan para astronom sudah sangat mampu untuk menentukan posisi Bulan, termasuk jatuhnya Bulan baru (new Moon), namun dalam penentuan awal bulan sudah semestinya ada peran dan keputusan pemilik otoritas (semisal Kementrian Agama) dalam memutuskan hal tersebut. Beberapa hal yang memungkinkan untuk menuju ke penyatuan hisab dan rukyat adalah mengeksplorasi makna rukyat dengan membandingkan beberapa kosakata rukyat yang ada dalam  Al-Quran bahwa rukyat tidak semata-mata melihat dengan mata langsung tetapi memungkinkan melihat dengan pendekatan lain yang ilmiah. Hal ini mestinya menjadi pekerjaan para mujtahid hukum-hukum Islam untuk menindaklanjuti ini.

Di akhir sesi diadakan sesi tanya jawab, baik secara langsung maupun tertulis (via chat). Setelah semua pertanyaan peserta dijawab oleh kedua narasumber, acara ditutup dan diakhiri sekitar pukul 11:35.

Angkat Tema Publikasi Ilmiah, Unnes Physics Webinar Series #2 Sukses digelar

Jurusan Fisika Unnes Kembali menggelar Web Seminar (Webinar) kedua dalam rangkaian Unnes Physics Webinar Series. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (16/5/2020) ini diikuti oleh 151 pendaftar dengan jumlah yang berhasil online mencapai 132 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tema yang diangkat dalam seminar ini adalah Publikasi Ilmiah dan pengelolaan terbitan ilmiah yang berkualitas. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu Prof. Dr. Sutikno, M.T. dan Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. Kegiatan yang dibuka Dekan FMIPA Unnes, Dr. Sugianto, M.Si. berlangsung sejak pukul 09.00 – 11.35 WIB.

Dalam sambutannya Dekan menyambut baik penyelenggaraan kegiatan Webinar kali ini. Dekan berharap dengan kegiatan ini dapat semakin menambah publikasi hasil penelitian serta dapat meningkatkan status akreditasi jurnal yang dikelola di lingkungan FMIPA Unnes. Turut hadir secara daring pula Wakil Rektor I Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt.

Prof. Dr. Sutikno M.T. pada kesempatan pertama menyampaikan materi tentang Tata Kelola Penerbitan Jurnal. Selain membahas tentang teknis pengelolaan jurnal, pemateri juga menyampaikan tentang pentingnya substansi riset yang dikembangkan harus memiliki nilai kebaruan (novelty). Standard penulisan dan pengolahan data dengan software yang sesuai juga merupakan hal yang perlu dikuasai oleh penulis.

Pemateri kedua, Dr. Bintoro S. Nugroho, M.Si. menyampaikan tentang Strategi Penulisan Artikel Ilmiah. Dalam paparannya, pemateri mengingatkan akan banyaknya predatory journal yang berkembang sehingga perlu kehati-hatian dalam memilih jurnal tempat publikasi. Dr. Bintoro menyampaikan tiga hal pokok yaitu mengenal klasifikasi jurnal internasional, strategi mempublikasikan artikel ilmiah, serta teknis mendaftarkan artikel ke jurnal internasional.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Ellianawati, M.Si. ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Peserta webinar sangat antusias terbukti dengan munculnya beberapa pertanyaan kepada pemateri baik secara langsung maupun melalui fasilitas chat yang terdapat pada aplikasi.

Pawitrasari kembali hadirkan prestasi ditengah pandemi

Kabar menggembirakan datang dari Mahasiswa Pendidikan Fisika 2016, Pawitrasari Mahestyas R. kembali mengukir prestasi dengan keberhasilannya menyabet gelar Juara I pada Lomba Esai Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Salam Prestasi Indonesia. Lomba Esai ini sendiri dilaksanakan pada Januari-Maret 2020. Salamprestasi.id selaku penyelenggara berharap para generasi muda berani uuntuk menulis dan menuangkan gagasan luar biasa.

Mengangkat tema “Peran Wanita dalam Meningkatkan Literasi Pendidikan Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0” Pawitrasari berhasil mengungguli 349 peserta lain yang juga mengirimkan artikel.

Dalam artikelnya Pawitra mengungkapkan bahwa berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu usaha strategis guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu, guna menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, diperlukan upaya berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pendidikan yang baik dengan substansi menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang. Namun ironinya, masih banyak anak di Indonesia yang belum merasakan makna dari pendidikan berkualitas.

Oleh karena itu diperlukan generasi muda Indonesia yg memiliki posisi dan peran yang sangat vital dalam kehidupan Pendidikan Kebangsaan Indonesia. Pemuda khususnya wanita menjadi salah satu kunci terlahirnya Negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan di atas kemajemukan bangsa Indonesia. Karena wanita adalah generasi penerus yang akan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa, kelangsungan sejarah dan budaya bangsa, serta pengembangan generasi muda pada saat ini & masa yg akan datang. 

Prestasi lain yang pernah diukir oleh Pawitra antara lain adalah Juara I PIM MIPA MRC, Mahasiswa berprestasi II Fisika Unnes, Delegasi Indonesia pada Asian Youth Inovation Conference (AYIC) 2018. Selain itu Pawitra juga aktif menjadi pembicara dalam berbagai acara seperti Belajar Daring & IPM UNDIKMA, Writing Course Kosmik ( 25 April 2020), PIM MIPA MRC SSC UNNES (18 April 2020 ).

“Motivasi Saya untuk bisa terus maju, Karena saya berharap Kita sebagai generasi muda harus bisa berani menulis & menuangkan gagasan luar biasa yg kita miliki. Karena jika ingin memperbaiki nasib suatu bangsa, maka perbaikilah pemuda-pemudinya” pungkasnya.

Perdana, Unnes Physics Webinar Series usung tema Teknik Evaluasi Perkuliahan Daring

Jurusan Fisika Unnes telah menggelar web seminar (webinar) pada Kamis (07/05/2020) pukul 09.00 s.d 11.30. Kegiatan yang dibuka oleh Dekan FMIPA, Dr. Sugianto, MSi merupakan rangkaian kegiatan yang direncanakan berlanjut pada seminar-seminar selanjutnya. Pada kesempatan tersebut Dekan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan webinar ditengah pandemi Covid 19. Dekan juga menyampaikan pada era pandemi di mana pembelajaran daring sudah masif dilakukan, diskursus mengenai penilaiannya merupakan sebuah keniscayaan.

Pembicara yang dihadirkan pada webinar tersebut adalah Prof. Dr. Ani Rusilowati, M.Pd. yang menyampaikan tema “Penilaian Hasil Belajar” dan Dr. Sunyoto Eko Nugroho, M.Si., yang menyampaikan tema “Pendekatan Praktis Evaluasi pada Pembelajaran Daring”. 

Pada sesi pertama Prof. Ani menyampaikan bahwa penilaian pada pembelajaran daring tetap harus mempertimbangkan tujuan utama dari penilaian itu sendiri, yakni memastikan ketercapaian pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Hal yang paling utama adalah memastikan kejujuran dan objektifitas hasil pekerjaan peserta didik.

Dr. Sunyoto Eko N menekankan aspek-aspek teknis evaluasi terkait dengan pembelajaran daring, salah satunya adalah penilaian proses. Pada penilaian proses peserta didik dinilai berdasarkan keaktifan peserta didik dalam diskusi online pada platform daring yang digunakan. Dalam hal penilaian sikap, Dr Sunyoto menyatakan hal ini merupakan tantangan bagi pendidik, karena penilaian sikap melalui pembelajaran daring sulit untuk dilakukan.

Peserta yang terdaftar pada kegiatan ini terdapat 170 orang dengan jumlah peserta yang berhasil live adalah 148 orang. Peserta Webinar ini bukan hanya dari sivitas akademika Unnes saja, tetapi berasak dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bogor, Bandung, Lampung, Gorontalo bahkan terdapat pula peserta dari Jepang.